Alasan Universitas Airlangga Buka Fakultas Teknik pada 2020

Oleh Dian Kurniawan pada 18 Okt 2019, 13:45 WIB
Diperbarui 19 Okt 2019, 05:49 WIB
Kampus Unair

Liputan6.com, Surabaya - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur akan membuka fakultas teknik pada tahun ajaran 2020/2021. Hal ini mengingat potensi mahasiswa dan menyeimbangkan mahasiswa laki-laki dan perempuan.

Rektor Universitas Airlangga Surabaya Prof. Mohammad Nasih menuturkan, pihaknya melihat potensi mahasiswa yang banyak mengambil kuliah teknik di luar negeri. Oleh karena itu, Unair membuka fakultas baru.

"Banyak mahasiswa yang berburu kuliah teknik di luar negeri. Melihat potensi itu, kami membuka sekolah/fakultas baru yang khusus mengelola bidang keteknikan. Teknik yang advanced. Harapannya, kita bisa bersaing di level nasional dan internasional," ujar Nasih pada Kamis 17 Oktober 2019.

Lima program studi yang akan dibuka antara lain teknik industri, teknik elektro, nanoteknologi, data sains, robotika dan artificial intelligent.

"Tahun ajaran 2020-2021 kita akan mulai ikut SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Bulan depan groundbreaking untuk gedung kuliah bersama," ujar dia.

Selain itu, alasan dibukanya fakultas teknik karena sebanyak 82,3 persen mahasiswa Universitas Airlangga adalah perempuan. Hal itu karena mayoritas program studi yang dibuka di Unair juga menjadi passion mahasiswa perempuan.

"Dibukanya fakultas teknik diharapkan dapat memeratakan kombinasi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan di Unair, "kata dia.

Mengutip Antara, Nasih menambahkan, seluruh proses pemenuhan syarat-syarat pendirian fakultas baru tersebut telah dijalankan. Bahkan, pihaknya tidak menemui hambatan untuk memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan.

"Perizinan? Sudah. Di internal sudah, di Jakarta juga sudah proses dan sudah memenuhi persyaratan dengan jumlah dosen dan lain-lain tidak ada maslaah. Daya tampung sementara satu kelas per prodi,” ujar dia.

Nasih mengatakan, pembukaan fakultas baru tersebut untuk memberikan kesempatan putra-putri terbaik Surabaya dan Jawa Timur agar tidak terburu-buru ke luar negeri dan daerah.

Pembukaan fakultas baru ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Unair kepada masyarakat untuk menyediakan pendidikan terbaik.

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Unair Sumbang Rp 7,92 Triliun untuk Ekonomi Jawa Timur

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Sharing session menghadirkan Prof Mohammad Nasih, Rektor Unair dan Prof. Badri Munir Sukoco, Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang memberikan kontribusi dalam pembangunan peradaban manusia. Hal ini ini diketahui dalam paparan sharing session di Harris Hotel Gubeng, Kamis, 17 Oktober 2019.

Sharing session menghadirkan Prof Mohammad Nasih Rektor Unair dan Prof. Badri Munir Sukoco Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair. Dalam forum itu, Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih memaparkan sejumlah dampak sosial dan ekonomi Universitas Airlangga terhadap masyarakat di Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Nasih menyampaikan dampak hadirnya Unair untuk masyarakat Jawa Timur. Kontribusi perekonomian mahasiswa Unair sebanyak Rp 5,34 triliun per tahun, kemudian Rp 1,63 triliun kontribusi dosen dan tenaga kependidikan, dan Rp 58 miliar kontribusi mahasiswa internasional. Mahasiswa internasional Unair tersebar di seluruh dunia hingga mencapai 42 negara.

"Dalam hal pengabdian masyarakat, Unair berkontribusi terhadap perekonomian sebesar Rp 80 miliar, dalam hal penelitian sebesar Rp 260 miliar, dan Rp 547 miliar kontribusi perekonomian lulusan Unair dalam tiga tahun terakhir," tutur dia. 

Lebih lanjut ia menuturkan, Unair berkontribusi Rp 7,92 triliun untuk ekonomi Jawa Timur. "Angka itu setara dengan 0,36 persen perekonomian di Jawa Timur," kata dia. 

Dalam bidang sosial, Unair telah menyalurkan dana sebesar Rp 16 miliar setiap tahun untuk kegiatan sosial. Hal itu mencakup sebanyak 2.215 program kegiatan KKN yang dilakukan setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia, sebanyak 5.186 mahasiswa mengikuti KKN tiap tahun, sebanyak 359 desa dibina setiap tahun, sebanyak 19.681 mahasiswa menerima beasiswa dalam tiga tahun terakhir, dan sebanyak 1.171 mahasiswa berwirausaha dalam dua tahun terakhir.

"Dalam bidang kesehatan, Unair memiliki sebanyak tiga rumah sakit. Setiap hari, sebanyak 600 pasien ditangani oleh RS UNAIR, RS Gigi dan Mulut UNAIR, dan RS Hewan UNAIR. Sebanyak 1.320 penelitian dengan subject kesehatan terindeks Scopus," ucapnya. 

Sebanyak 72 persen dokter di RS Dr Soetomo, rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, adalah alumnus Unair. Sebanyak 1.800 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga tersebar di Jawa Timur. 

"Dan sebanyak 1.320 mahasiswa program pendidikan dokter gigi spesialis lulus dalam lima tahun terakhir. Tak hanya itu, Unair adalah satu - satunya kampus di Indonesia yang memiliki Lembaga Penyakit Tropis," ujarnya. 

Tak hanya itu, Rumah Sakit Terapung Ksatria Universitas Airlangga (RSTKA) adalah satu-satunya rumah sakit terapung yang dimiliki kampus di Indonesia dan didukung oleh pemerintah. "Pertama kali beroperasi pada tanggal 25 Oktober 2017, RSTKA sudah menjangkau lebih dari 25 pulau terpencil di Indonesia," tutur dia. 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓