VIDEO: Harga Garam Anjlok Rp 200 per kg di Tuban, Petani Mengeluh

Oleh Agustina Melani pada 18 Okt 2019, 16:37 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki puncak musim kemarau, para petani garam di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, sibuk memanen garam. Saat ini, merupakan musim panen raya garam di desa setempat. Berikut diberitakan program Fokus, 17 Oktober 2019.

Namun, musim panen kali ini tak seperti yang diharapkan para petani garam. Pasalnya, harga garam anjlok hingga mencapai Rp 200 per kilogram. Padahal, pada musim panen sebelumnya, harga garam di kisaran harga Rp 1.000-Rp 1.500 per kilogram.

Kondisi itu membuat petani heran, apalagi pada panen kali ini, kualitas garam yang dihasilkan dinilai bagus, karena cuaca panas yang maksimal. Bahkan, dalam satu petak, para petani bisa memanen hingga 1 ton garam. Dibandingkan hari biasa yang hanya menghasilkan 8 kwintal garam per petak.

Menurut para petani garam, anjloknya harga garam ini terjadi akibat melimpahnya stok garam di pasaran. Harga garam yang hanya Rp. 200 per kilogram membuat petani mengeluh. Pasalnya, harga tersebut dinilai tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.

”Kualitas garam baik, namun harganya yang murah, Rp 200 per kilogram, sedangkan normalnya Rp 1.500 per kilogram, harapannya harga bisa naik," ujar petani garam, Akhwan.

Para petani berharap, pemerintah segera turun tangan mengatasi dan mencari solusi atas persoalan ini sehingga tiap musim panen garam, harga tidak anjlok dan petani tak merugi.

Live Streaming

Powered by