Lahan Terbatas, Simorejo Jadi Kampung Hidroponik di Surabaya

Oleh Dian Kurniawan pada 18 Okt 2019, 00:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Warga Kampung Simorejo, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya panen beragam sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik, Kamis, 17 Oktober 2019.

Tanaman yang ditanam dengan menggunakan air tersebut, akhirnya bisa dipanen setelah tiga bulan dari masa penanaman. Beragam jenis sayuran yang ditanam secara hidroponik tersebut mulai dari selada merah, hijau, kangkung, serta sawi daging.

Acara Panen Tanaman Hidroponik dihadiri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi didampingi Camat Sukomanunggal, Lakoli.

Di hadapan warga RT 09 RW 02 Simorejo, Eri Cahyadi mengapresiasi kerja keras mereka membangun Kampung Hidroponik. Di kampung ini, di depan rumah warga, tak hanya terdapat deretan tanaman hidroponik. Di lahan yang kosong di sekitar area tersebut juga dimanfaatkan oleh warga untuk budi daya ikan Patin dan Nila.

"Ketika bicara Smart City, tak hanya bersih dan hijau, tapi juga guyub dan masyarakatnya bergotong royong. Apalagi, lingkungan seperti ini dikerjakan secara swadaya," kata Eri.

Plt. Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya ini berharap, hidroponik yang dikembangkan warga semakin pesat. Sehingga, ketika dipanen bisa dijual ke rumah makan maupun hotel. Dia menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap memfasilitasi untuk memasarkan produk hidroponik tersebut.

"Kalau jumlah panennya besar, saya bisa koneksikan ke rumah makan, jika butuh selada merah, sawi bisa ambil di sini. Jika hidroponik bisa langsung dijual, kampung akan tambah guyub," ujar dia.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Sejak Agustus 2018

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Warga Kampung Simorejo, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya panen beragam sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Eri mengakui, di Kampung Simorejo bercocok tanam dengan cara hidroponik belum berlangsung lama, sejak Agustus 2018. Namun, ia yakin, dalam beberapa bulan ke depan pengembangannya semakin baik.

"Ini masih baru, bayangkan kalau 2-3 bulan lagi tambah dasyat, bisa ditularkan ke RT, RW, kampung, bahkan kecamatan lainnya," tutur dia.

Tak sekadar sebagai kampung penghasil tanaman hidroponik, Eri berharap, dengan bertambah banyaknya warga yang bercocok tanam dengan hidroponik bisa menjadikannya sebagai Kampung Wisata Hidroponik.

"Mohon ditingkatkan, ayo kita buat menjadi Kampung Wisata Hidroponik. Sehingga, bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya,” harapnya.

Salah satu tokoh penggerak bercocok tanam ala hidroponik, yang sekaligus Ketua RW 09, Ashari menyampaikan, pengembangan tanaman hidroponik dilakukan karena keterbatasan lahan. Ia mengungkapkan, jika hasil panen hidroponik selama ini, selain dikonsumsi sendiri oleh masing-masing warga, juga dijual ke para pedagang kaki lima.

"Biasanya juga kami jual ke mereka yang jualan mie. Ke depan kami berencana bekerja sama dengan badan usaha pemerintah untuk memasarkannya,” kata Ashari.

Ke depan, ia mengharapkan setiap rumah warga yang ada di kawasan Simorejo wajib menanam hidroponik. Ia mengaku senang, selama ini warga antusias dan gotong royong bercocok tanam dengan cara hidroponik, mulai dari pembibitan hingga panen.

"Tiap rumah nantinya harus tanam hidroponik. Sekarang ini, sejumlah warga dan tiap gang sudah ada tanaman hidroponik,” tandasnya. 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓