Pesan Sri Mulyani Saat Beri Orasi Ilmiah di UMM

Oleh Agustina Melani pada 13 Okt 2019, 14:00 WIB
Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 TSri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 10 Oktober 2019.

Pada orasi tersebut, Sri Mulyani mengingatkan Indonesia perlu membangun sumber daya manusia (SDM) yang baik untuk bisa menghadapi tantangan global, teknologi, dan perubahan iklim.

Demikian mengutip dari instagram Sri Mulyani @smindrawati, ditulis Minggu (13/10/2019). Sri Mulyani menambahkan, daya saing ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas SDM, teknologi dan inovasi.

"Sebagai mahasiswa, kalian jangan hanya melihat text book saja, tapi juga harus memiliki wawasan kira-kira jenis skill seperti apa yang dibutuhkan di dalam lapangan kerja yang akan datang,” tulis dia.

Sri Mulyani yakin banyak sekali generasi muda yang merasa pintar jika dapat menghafal. "Banyak yang beranggapan saya sudah pintar karena dapat menghafal sesuatu padahal hafalan itu mudah sekali digantikan oleh komputer," tulis dia.

Sri Mulyani menekankan, sekolah bukan hanya sekadar menghafal, tetapi bagaimana mengembangkan pikiran dan intelektual.

"Jadi sekolah bukan hanya sekadar menghafal tetapi apakah otak kalian, pikiran kalian, intelektualitas kalian bisa berkembang menjadi manusia yang memiliki critical thingking,” tulis Sri Mulyani.

Ia menambahkan, bila mahasiswa hanya menghafal, meski IP 4 dan masuk summa cum laude tetapi tidak punya kepemimpinan, tidak punya emotional intelligent, dan tidak biasa melihat analytical thingking, membuat dan menganalis kemudian membuat problem solving, maka seseorang tidak memiliki kemampuan cukup untuk bisa menghadapi masa depan gemilang.

 

2 of 3

Sri Mulyani Ingatkan Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia

Sri Mulyani Letakkan Batu Pertama Pembangunan Indonesia Financial Center
Menkeu Sri Mulyani memberi sambutan saat seremonial pembangunan Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Selasa (2/4). Gedung Indonesia Financial Center diperuntukkan bagi OJK dan Kementerian Keuangan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sri Mulyani menilai, Indonesia memiliki potensi luar biasa dan telah mencapai berbagai macam kemajuan. Namun, Indonesia masih tertinggal juga.  Instrumen kebijakan pun digunakan untuk mengatasi ketertinggalan tersebut.

“Tentu itu akan berhasil apabila dunia perguruan tinggi ikut di dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Saya berharap Universitas Muhammadiyah akan menjadi salah satu universitas yang memberikan solusi bagi persoalan Republik Indonesia,” tulis dia.

Sri Mulyani berharap selama mahasiswa belajar jangan pernah lupa untuk membangun sikap integritas dan kompetensi.

"Integritas adalah Anda setia kepada nilai-nilai kejujuran. Dan tentu kompetensi adalah kemampuan dan kemampuan Anda untuk terus maju menjadi manusia unggul. Saya ingin mengatakan kepada kalian semua sebagai generasi mua yang akan memegang estafet, meneruskan perjalanan Republik Indonesia ke depan,” ujar dia.

Sri Mulyani pun mengingatkan jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓