Perluasan Terminal Satu Bandara Juanda Bakal Selesai Agustus 2020

Oleh Liputan6.com pada 12 Okt 2019, 00:30 WIB
Diperbarui 12 Okt 2019, 01:17 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Bandara Internasional Juanda Surabaya (Bandara Juanda) di Sidoarjo, Jawa Timur menargetkan perluasan pekerjaan dan pembenahan interior terminal satu (T1) dapat selesai Agustus 2020. Dengan begitu dapat digunakan sebelum Lebaran 2020.

"Kami optimistis bisa menyelesaikan pekerjaan ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada Agustus 2020," ujar General Manager Bandara Internasional Juanda, Heru Prasetyo di Sidoarjo, Jumat (11/10/2019) dilansir Antara.

Dalam pengerjaan itu bersama PT Waskita Karya menargetkan terminal Bandara Juanda itu sebelum Lebaran 2020 sudah dapat digunakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik.

"Hingga pekan kedua Oktober, bobot realisasi keseluruhan pekerjana perluasan dan pembenahan interior terminal satu tahap pertama beserta fasilitas penunjangnya sudah mencapai 7,208 persen dari target rencana yang ditetapkan yaitu 3,052 persen. Sehingga secara kumulatif realisasi pekerjaan berada 4,155 persen di atar target rencana," ujar dia.

Melalui keterangan tertulis, pada Oktober, pekerjaan struktur pada proyek perluasan dan pembenahan interior terminal satu tahap pertama Bandara Juanda beserta fasilitas penunjangnya akan dimulai dengan pekerjaan galian tanah, pemancangan, pembuatan pondasi, kolom, slab dan konstruksi baja.

"Kemudian untuk item pekerjaan infrastruktur akan dimulai dengan pekerjaan tanah, agregat A dan B. Desember 2019, bobot pekerjaan akan mencapai 48,39 persen," ujar dia.

2 of 3

Pekerjaan Arsitektur pada Desember

Bandara Juanda, Surabaya
Kejar Target 1 Juta Wisatawan, AP I Terus Poles Bandara Juanda

Ia menuturkan, pekerjaan arsitektur akan dimulai pada Desember. Sebelumnya pada September dan Oktober hanya ada pekerjaan struktur serta infrastruktur.

"Nantinya, jika pekerjaan proyek ini telah selesai, Terminal Satu Bandar Udara Internasional Juanda yang semula memiliki luas bangunan 62.700 meter persegi dengan kapasitas 6 juta penumpang per tahun akan menjadi seluas 91.700 meter persegi dengan kapasitas 13,6 juta penumpang per tahun atua penambahan luas seluas 29.000 meter persegi,” ujar dia.

Heru menambahkan, perubahan yang akan paling nampak yaitu akan ada pemisahan penempatan terminal kedatangan dan keberangkatan.

"Saat ini di masing-masing terminal 1A dan 1B terdapat area kedatangan dan keberangkatan, dalam rencana proyek pengembangan akan berubah di mana terminal 1A akan menjadi terminal keberangkatan dan terminal 1B akan menjadi terminal kedatangan. Dengan demikian kehadiran terminal 1 beserta fasilitasnya diharapkan dapat memberikan layanan kebandaraudaraan dengan mengutamakan kenyamanan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanan," tutur dia.

 

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓