Yuk, Jelajahi 5 Wisata Edukasi di Surabaya

Oleh Liputan Enam pada 13 Okt 2019, 08:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, Jawa Timur adalah kota kaya akan tujuan wisata terutama wisata kota. Berbagai makanan lengendaris dan bangunan bersejarah di Surabaya membuat banyak wisatawan ingin berkunjung ke kota ini.

Selain melakukan wisata kuliner dan sejarah, Surabaya juga menyediakan beberapa program untuk wisata edukasi. Walaupun bertema edukasi, program ini dikemas dengan menarik sehingga terasa seperti sedang berwisata.

Berbagai wisata edukasi di Surabaya mengangkat tema-tema yang menarik. Wisata tersebut disediakan untuk anak-anak hingga dewasa.

Berikut adalah lima wisata edukasi yang bisa Anda coba di Surabaya yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber: 

1. Wisata Pemadam Kebakaran (Damkar) 

Wisata edukasi Pemadam Kebakaran adalah bentuk kerja sama antara Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jawa Timur. Program edukasi ini disebut “Romy Sableng 112 and Kids”. 

Tujuan wisata edukasi ini adalah memberi pengenalan tentang bahaya kebakaran kepada masyarakat khususnya anak-anak. Selain itu, melalui program ini PMK berharap masyarakat dapat mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran. 

Rangkaian kegiatan Romy Sableng 112 and Kids akan dimulai dengan sosialisasi seputar pengenalan bahaya kebakaran. Dalam sosialisasi, pelajar akan diberitahu informasi tentang jenis pakaia yang digunakan PMK seperti atribut pemadam api ringan (Apar) dan alat pelindung diri. 

Pelajar juga akan mendapat inforamsi tentang jenis-jenis kendaraan yang digunakan PMK seperti klonen, pumper, dan walang kadung. Tak sampai disana, peserta juga diajak untuk bermain  flying fox hingga berkeliling langsung menggunakan kendaraan pemadam kebakaran.

2. Mini Agrowisata

Wisata edukasi satu ini akan membahas soal pertanian terpadu. Wisata ini dapat ditemui di belakang kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota yang ada  Jalan Pagesangan, Surabaya. Banyak orang menyebut wisata edukasi ini dengan sebutan Mini Agrowisata.

Dalam wisata edukasi ini, pengunjung bisa belajar seputar pertanian, perternakan, dan perikanan. Di tempat seluas 0,6 hektar ini, masyarakat dapat belajar soal budidaya tanaman seperti di pot dan hidroponik. 

Di tempat ini, pengunjung juga bisa menemui berbagai pertenakan, seperti ayam dan domba. Untuk perikanan, terdapat ikan nila, lele dan udang. Sedangkan pertanian, ada berbagai jenis tanaman dan sayuran seperti kangkung, selada, cabai, dan buah-buahan seperti nangka, golden melon dan belimbing. 

Sejak 2018, wisata edukasi ini dibuka untuk umum pada Sabtu dan Minggu. Sedangkan pada Senin-Jumat, mini agrowisata ditujukan untuk edukasi anak-anak, PAUD, serta bapak dan ibu yang tergabung dalam komunitas.

2 of 2

Study Tour ke TPS

Rencana Denda Rp 2,5 Juta Bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Kota Malang
Masih banyak warga membuang sampah sembarangan meski Pemerintah Kota Malang sudah disediakan tempat sampah (Liputan6.com/Zainul Arifin)

3. TPS 3R 

Siapa sangka tempat membuang sampah dapat dijadikan tujuan wisata beredukasi? Di Surabaya terdapat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Di TPS ini masyarakat dapat melihat pemilahan sampah  3R.

Salah satu TPS 3R di Surabaya adalah TPS Tambak Osowilangun. Setiap hari, volume sampah yang masuk ke TPS ini kira-kira berjumlah 1-2 ton. TPS ini sudah aktif sejak Januari 2019. 

Pengelola TPS Tambak Osowilangun menerima pihak-pihak manapun yang ingin menyelenggarakan kunjungan, baik itu suatu instansi atau study tour.

Selain TPS Tambak Osowilangun, terdapat pula pemilahan sampah di lokasi lain seperti Pemilahan Super Depo Sutorejo, Pemilahan (PDU) Jambangan, dan Pemilahan Bratang. 

4. Rumah Air Surabaya

Rumah Air Surabaya adalah bangunan cagar budaya yang sekaligus menjadi pusat edukasi air. Wisata edukasi ini berlokasi di Gedung PDAM Surya Sembada Kota Surabaya di JalanBasuki Rahmat No 119-121. 

Gedung PDAM itu sendiri adalah gedung bersejarah yang menjadi cagar budaya. Melansir dari surabaya.go.id, gedung tersebut pernah menjadi Markas BKR di bawah pimpinan Sungkono (Badan Keselamatan Rakyat). Kini, gedung berarsitektur modern sekitar 1950-an ini digunakan sebagai Rumah Air Surabaya.

Rumah Air Surabaya adalah ruang publik yang dapat menjadi pusat pengenalan dan edukasi masyarakat tentang air, khususnya sejarah pengolahan air minum oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. 

Dalam Rumah Air Surabaya terdapat beberapa konten utama. Pertama, pengunjung akan dikenalkan dengan manfaat air. Pengunjung akan dikenalkan tentang air dan bumi, polusi air serta ensiklopedi air.

Selain itu, Rumah Air Surabaya akan mengenalkan air di masa lalu dan di masa kini. Didalamnya pengunjung dikenalkan tentang pompa air, pengolahan air minum, dan lain-lain.

Di sana pengunjung juga akan dikenalkan dengan air di masa depan, antara lain berisi Kran Air Siap Minum, SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) dan Zona Air Minum Prima. 

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui sejarah pengolahan air sejak jaman penjajahan Belanda. Selain itu, masyarakat juga mengenal sejarah pengolahan air minum oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

5.Instalasi Pengolahan Limbah Cair

Surabaya memiliki Instalasi Pengolahan Limbah Cair. Dulu instalasi ini bernama Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT). IPLC yang dikelola DKRTH ini terletak di Keputih, Sukolilo, Surabaya Timur.

 

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

Lanjutkan Membaca ↓