Mulai Avenger hingga Kanker, Ini 3 Museum Unik di Surabaya

Oleh Liputan Enam pada 12 Okt 2019, 08:00 WIB
Terdapat juga model kit diorama dan realistic scenery di Blockbuster Museum Surabaya.

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 12 Oktober, Indonesia memperingati Hari Museum Nasional. Hari Museum Nasional adalah bentuk peringatan eksistensi museum di tengah masyarakat Indonesia.

Tanggal tersebut ditetapkan saat terselanggaranya Musyawarah Museum se-Indonesia pertama pada 12 hingga 14 Oktober 1962 di Yogyakarta. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa resolusi yang memiliki nilai penting untuk memajukan museum. Pada 2019, hari museum nasional mengambil tema museum menyatukan keberagaman.

Di setiap daerah di Indonesia memiliki museum yang beragam dan menarik. Demikian juga salah satunya di Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Jawa Timur terdapat banyak museum yang bisa dikunjungi. Museum-museum ini memiliki temanya khusus yang unik dan informatif untuk pengunjungnya.

Tak selalu tentang sejarah, budaya, di Surabaya ada museum yang mengangkat tema-tema unik. Dalam rangka Hari Museum Nasional, berikut tiga museum unik di Surabaya yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber:

1. Blockbuster Museum

Museum tak melulu berisi barang-barang kuno yang berkaitan dengan sejarah. Seperti Blockbuster Museum di Surabaya ini, yang berisi ribuan action figure dari berbagai jenis film. 

Museum yang baru diresmikan pada 1 April 2019 ini sangat cocok bagi penggemar film dan game. Blockbuster Museum menjadi satu satunya museum terbesar di Asia Tenggara yang memamerkan kurang lebih 3.000 action figure.

Saat masuk ke museum yang terletak di Jalan Kenjeran, Surabaya tepatnya berada di lantai 2 The Kitchenware Paradise ini pengunjung akan disuguhi banyak kotak kaca berisi diorama. Live diorama-diorama figur di sana adalah tokoh dalam berbagai film terkenal seperti Transformers, Big Hero 6, Toy Story hingga Avenger.

Selain itu, terdapat pula kostum dan senjata berbagai superhero yang bisa pengunjung temui di Blockbuster Museum. Sang pemilik sekaligus kolektor, Anton Lomewa, membeli berbagai koleksinya tersebut langsung dari beberapa benua.

Tak hanya untuk sekadar melihat-lihat, di sini pengunjung juga dapat befoto langsung dengan karakter film yang ada di Blockbuster Museum.

Museum ini hanya buka setiap hari kecuali Hari Rabu. Untuk Senin, Selasa, Kamis, museum mulai beroperasional pukul 14:00 – 21:00. Sedangkan untuk Jumat, Sabtu, Minggu dan hari besar, museum bisa diakses dari pukul 12:00-21:00.

2 of 3

Museum yang Mengusung Tema Kematian

Museum Kematian ini menyajikan beberapa tradisi penguburan yang ada di Indonesia.
Museum Kematian (Sumber: Instagram/@museoetno)

2. Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian 

Tak banyak yang tahu, di Surabaya terdapat museum yang mengusung tema kematian. Museum ini adalah Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP Universitas Airlangga (UNAIR). Museum ini terletak di Jalan Dharmawangsa Dalam, UNAIR Kampus B, Surabaya.

Di museum ini, pengunjung dapat mengenal lebih dalam tentang kehidupan dan kebudayaan masyarakat Indonesia khususnya dalam hal kematian. Seperti tradisi penguburan, ritual adat serta benda mistis populer di Indonesia dapat pengunjung temui di museum ini. 

Salah satunya, melansir dari Instagram resmi museum ini, @museoetno, terdapat tradisi pemakaman yang ada di Bali. Selain itu, terdapat pula berbagai bentuk kuburan yang ada di Tanah Air. 

Di museum ini, pengunjung juga mendapatkan informasi seputar kematian. Informasi-informasi ini dikemas secara informatif sehingga pengunjung mudah memahami dan lebih menghargai kehidupan. 

Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian UNAIR ini mendapat penghargaan berupa Anugerah Purwakalagrha Indonesia Museum Awards 2018 bersama 435 museum unik lainnya di Indonesia. Museum ini buka mulai dari Senin hingga Jumat, pukul 10:00 – 16:00.

 3. Museum Kanker

Museum Kanker adalah museum tentang kanker pertama yang ada di Indonesia. Museum ini sudah didirikan sejak 2013.

Sesuai namanya, di museum ini pengunjung akan menerima berbagai informasi tentang penyakit kanker. Pengunjung akan mendapat penjelasan cukup rinci tentang kanker, mulai dari gejala hingga bagaimana penanganannya.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat langsung organ-organ tubuh berisi sel kanker yang diawetkan. Salah satu contohnya, pengunjung dapat melihat kanker yang menyerang organ ginjal pada anak. 

Tujuan dibangunnya museum ini adalah agar masyarakat menjadi lebih peduli serta mengenal tentang penyakit terganas ini. Museum yang terletak di Jalan Kayoon, Embong Kaliasin, Surabaya ini dapat diakses secara gratis setiap weekday (Senin-Jumat). Sedangkan, untuk weekend, pengunjung perlu membayar biaya 10.000.

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by