Kapolda Jatim Tingkatkan Keamanan Usai Penyerangan Terhadap Wiranto

Oleh Liputan6.com pada 11 Okt 2019, 05:00 WIB
Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Wiranto Bahas RUU KUHP hingga Karhutla

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan keamanan menyusul kasus penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten pada Kamis 10 Oktober 2019.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dikonfirmasi di Surabaya, Kamis, mengatakan, Kapolda telah memerintahkan peningkatan pengamanan kepada tamu-tamu negara atau tamu VIP yang berkunjung ke Jawa Timur.

"Instruksi Kapolda tadi sudah jelas untuk melakukan evaluasi kembali seluruh kegiatan dan untuk pengamanan agar ditingkatkan," kata Barung, dilansir dari Antara.

Sebagai antisipasi, Barung mengatakan Polda Jatim akan aktif dalam melakukan deteksi dini agar kejadian penyerangan pejabat negara bisa dicegah hingga digagalkan.

"Kapolda Jatim barusan menyampaikan kepada kita setelah melihat kejadian (penyerangan Menko Polhukam Wiranto, red), maka untuk semua deteksi dini maupun deteksi aksi yang akan dilakukan segera dikuatkan lagi," ujarnya.

Atas kejadian penusukan terhadap Menko Polhukam, Barung menyebut Polda Jatim akan menambah personel untuk meningkatkan keamanan dan pengamanan terhadap tamu negara atau pejabat nasional di wilayah setempat.

"Menyangkut pengamanan VVIP akan ditambah lagi, apalagi ada (kunjungan pejabat ke Jatim). Ini yang nanti akan kami lakukan. Tetapi ingat bahwa ini harus dilakukan menyusul jika ada tamu ke Jawa Timur," ujarnya.

2 of 3

Penusukan Wiranto

Menkopolhukam Wiranto diserang orang tak dikenal saat di Pandeglang, Banten
Menkopolhukam Wiranto diserang orang tak dikenal saat di Pandeglang, Banten. (Istimewa)

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto jadi korban penyerangan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019.

Akibat penyerangan tersebut, Wiranto mengalami luka tusuk. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, saat itu Wiranto baru sampai di lokasi untuk menghadiri acara pembekalan mahasiswa ketika seorang pria tak dikenal berusaha menusuknya.

Pihak pengamanan yang saat itu bertugas sontak mendorong Wiranto agar jauh dari pelaku penusukan. Wiranto pun terjatuh ke tanah, namun sempat terluka kena benda tajam di perut bagian bawah. Pria pelaku penusukan langsung diamankan.

Tak hanya Wiranto, tiga orang juga terluka akibat kejadian ini. Mereka adalah Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto, ajudan Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Serda Yogi Wahono, dan mantan sekretaris pribadi (Sespri) Wiranto yang juga ulama Mathla'ul Anwar (MA) Fuad Syauqi.

Korban luka yang datang ke RSUD Pandeglang bersamaan dengan Wiranto adalah ajudan Danrem 064/MY, Serda Yogi Wahono.

"Ajudannya Danrem luka ringan di dada sebelah kanan. Kita tangani secara medis dan juga kita sudah terapi, termasuk pemberian serum," kata Dirut RSUD Pandeglang, dr Firmansyah di Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Kemudian disusul Fuad Syauqi, yang mengalami luka ringan di dada bagian kiri dan kanannya. Beruntung tidak menembus paru dan mematahkan tulang iganya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓