Wali Kota Risma Pamer Penerapan E-Performance kepada Pemkab Pulau Pisau Kalteng

Oleh Dian Kurniawan pada 10 Okt 2019, 21:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya menerapkan E-Performance menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya. Untuk mengetahui penerapan E-Performance, khususnya dalam meningkatkan kinerja dan tunjangan kinerja (tukin) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Bupati Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo bersama para stafnya berkunjung ke Balai Kota Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Tri Rismaharini (Risma) memaparkan berbagai macam tantangan yang dihadapi dalam membangun kota. Salah satunya, dalam menghadapi persaingan global.

Ia menuturkan, para pegawai di pemkot tidak libur kerja setiap Sabtu. Dia menuturkan, pada Sabtu justru merupakan hari efektif untuk saling bertemu.

"Biasanya justru kita bisa bertemu itu di hari Sabtu, karena hari biasa sudah sulit untuk ketemu. Kami (para stafnya) bisa ngbrol dan membahas banyak program di hari itu,” kata Wali Kota Risma saat mengawali sambutannya di ruang sidang, Kamis (10/10/2019).

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengaku, setiap hari  dirinya tidak memantau para pegawainya. Sebab, ia sudah menyiapkan teknologi e-perfomance,suatu  aplikasi yang berfungsi untuk mengisi kegiatan para pegawai setiap hari. Penerapan tehnologi ini sekaligus sebagai alat pemantauan untuk merekam kinerja pegawai.

"Terus terang saya tidak mantau tiap hari karena semua itu sudah terekam dari e-perfomance. Kalau mereka bohong akan ketahuan, karena sudah saya koneksikan dengan absen dan capaian kinerja mereka itu sendiri. Jadi, akan ketahuan kalau berbohong,” lanjut Wali Kota Risma.

Tri Rismaharini mengungkapkan, apabila  ada pegawai yang absen pulang malam tapi tidak mengisi kegiatannya selama lembur,  akan terlihat selama pulang malam tidak ada yang dikerjakan. Ia menegaskan setiap hari e-perfomance tersebut wajib diisi oleh semua PNS karena akan berpengaruh pada angka pendapatannya.

"Lha kalau tidak mengerjakan apa-apa terus dia pulang malam itu untuk apa? Jadi, dia harus mengisi seluruh kegiatannya setiap hari. Kemudian akan berdampak pada pendapatan yang mereka terima,” papar dia.

 

 

2 of 4

Tak Segan Beri Sanksi

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) hadiri pertunjukan kesenian bertajuk “Sawunggaling Anak Dunia”. (Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Wali kota yang menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini menegaskan tidak segan memberikan sanksi kepada para pegawainya yang melanggar aturan kerja, mulai dari ketepatan waktu sampai kinerja. Bahkan sanksi tersebut diberlakukan tanpa terkecuali, dari staf sampai Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Jadi kalau di sini hukuman mulai dari kepala dinas sampai staf. Tidak ada cerita kepala dinas itu aman. Kalau dalam pengelolaan dia salah, maka dia akan kena hukuman," tegas dia.

Ia menyatakan, risiko dan sanksi yang diberikan terhadap pegawai yang melanggar aturan  cukup berat. Oleh karena itu, dirinya tidak perlu melakukan pengawasan satu per satu setiap hari.

"Contohnya begini, kalau mereka misalnya tidak ada di kantor kemudian harus segera mencairkan dana, bisa tidak bisa mereka harus mencairkan saat itu juga, tidak ada kompromi. Apalagi semua sudah menggunakan eletronik, jadi  bisa tanda tangan elektronik," ucapnya.

3 of 4

Pelajari Penerapan Tunjangan Kinerja

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo bersama para stafnya berkunjung ke Balai Kota Surabaya menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan jajarannya. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Bupati Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo mengaku senang berkunjung ke Surabaya. Ia mengatakan, tujuannya mempelajari penerapan tunjangan kinerja (tukin) yang sudah dijalankan oleh Pemkot Surabaya, guna menjawab kebijakan pemerintah pusat terkait tukin kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Bu Risma sangat ramah, dan cara-cara yang disampaikan belum kami terapkan. Jadi, selain dari tunjangan, kami akan meningkatkan kinerja. Kemungkinan besar tahun 2020 kami akan menerapkan itu.

Tak hanya mempelajari penerapan E-Performance,  Edy menuturkan, tujuan lainnya berkunjung ke pemerintah kota adalah untuk  memperlajari masalah izin, pariwisata dan pengelolaan UMKM kota Surabaya yang pemasarannya bisa menembus mancanegara.

"Kalau kami punya potensi sumber daya alam rotan kerajinan. Sebagai kabupaten pemekaran yang baru berusia 17 tahun, kami ingin cepat mendorong UMKM supaya bisa dirasakan manfaatnya dan kesejahteraan pembangunan untuk masyarakat," pungkas dia.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓