Bos Maspion Alim Markus Ungkap Rahasia Sukses Jadi Pengusaha

Oleh Liputan6.com pada 10 Okt 2019, 14:05 WIB
Diperbarui 10 Okt 2019, 14:05 WIB
Presiden Direktur Grup Maspion, Alim Markus  (Fotografer: Fiki Ariyanti/ Liputan6.com)
Perbesar
Presiden Direktur Grup Maspion, Alim Markus (Fotografer: Fiki Ariyanti/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Grup Maspion Alim Markus membagikan tips untuk berani berwirausaha di depan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani berwirausaha.

"Untuk memulai usaha, menjadi pengusaha kecil dengan modal kecil jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah sudah siapkah kalian melangkah. Dan kalian, mahasiswa calon-calon entrepreneur ini harus berani untuk mulai," ujar Alim Markus pada kuliah umum bertema “Menumbuhkan Jiwa Entrepeneurship di Era Revolusi Industri 4.0", dilansir Antara, Kamis (10/10/2019).

Alim mengatakan, saat masa kecil harus bekerja membantu usaha ayahnya di gang kecil di Kawasan Kapasan Surabaya sejak usia 15 tahun. Ketika itu, dirinya harus bekerja sejak pukul 05.00 hingga pukul 19.00 WIB atau 14 jam dalam sehari.

Pengusaha yang hanya berpendidikan SMP ini mengajak para mahasiswa yang berwirausaha untuk memiliki banyak mimpi. Hal ini penting menciptakan banyak ide dan gagasan.

Dalam mewujudkan ide dan gagasan itu, Alim Markus menuturkan yang harus diingat yaitu melakukan analisis terlebih dahulu. Saat menganalisis tidak boleh dengan emosi.

"Harus menggunakan pemikiran yang sebenarnya (logis) agar analisis tersebut terjamin. Dari 100 ide yang ada, bisa saja 90 ide gagal, tapi 10 ide itu berhasil sudah alhamdulilah. Jangan pernah menyerah," kata dia.

2 dari 3 halaman

Butuh Analisis

Alim menuturkan, beberapa analisis yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha. Pengusaha bisa memulai usaha di mana pun dan kapan pun. Namun, harus dilihat apakah pendirian usaha tersebut akan bisa berkelanjutan, berupa cost logis yang dibutuhkan, keuntungan yang diperoleh, kapan bisa balik modal dan siapakah competitor.

Bahkan jika sebagai industriawan, jauh ke depan juga dipikirkan, satu, dua, tiga tahun ke depan, posisi usaha menjadi seperti apa dan siapakah kita.

"Di sekolah kita belajar satu tambah satu pasti dua, dua tambah dua pasti empat. Tapi di dunia luar bisa terjadi banyak kemungkinan hasilnya bisa bertambah atau malah menjadi nol. Di situlah belajar berwirausaha yang sesungguhnya," ujar dia.

Alim juga mengingatkan agar setiap individu mampu menguasai diri, menyeimbangkan pikiran dan badan. Hal ini penting agar pengusaha tetap memiliki akal sehat dalam menghadapi setiap kendala yang akan dihadapi dalam dunia usaha.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓