Wagub Jatim Minta Masyarakat Jaga Ekosistem Mangrove, Ini Alasannya

Oleh Liputan6.com pada 08 Okt 2019, 02:30 WIB
Emil Dardak

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak meminta masyarakat mempertahankan ekosistem mangrove. Ini bagian upaya menangani masalah lingkungan di wilayah setempat.

"Tanaman mangrove harus dijaga dan dirawat bersama guna diwariskan kepada anak cucu. Mari gelorakan semangat untuk menanamnya," tutur dia di sela penanaman mangrove dalam rangka HUT Ke-74 TNI di Romokalisari Surabaya, Senin, 7 Oktober 2019 dilansir Antara.

Provinsi Jawa Timur, kata dia, menaruh perhatian terhadap kelestarian ekosistem mangrove, sebab memiliki banyak fungsi dan manfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai.

Dia menuturkan, banyak manfaat mangrove, seperti pelindung erosi dan abrasi, penyangga dan pencegah intrusi air laut, tempat berlindung hingga berkembang biaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat, serta mitigasi bencana.

"Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi Gas Rumah Kaca lima kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya," ucap mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Indonesia, lanjut dia, dikaruniai mangrove terluas, yakni mencapai 20 persen dari luas mangrove di dunia, termasuk memiliki keanekaragaman hayati terbesar, serta strukturnya paling bervariasi.

Berdasarkan catatannya, sesuai hasil penelitian, lebar tanaman mangrove sekitar 100 meter dengan ketinggian akar sekitar 30 centimeter sampai satu meter dapat mereduksi tsunami hingga 90 persen.

"Mengingat manfaatnya yang begitu besar, perlu peran seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu berkontribusi merehabilitasi dan melestarikan hutan mangrove. Sukseskan gerakan demi menyelamatkan bumi untuk anak cucu kita," kata orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut.

2 of 3

Bagian Pemecahan Rekor MURI

Hutan Mangrove Wonorejo
Hutan Mangrove Wonorejo adalah wisata alam terbaik di Surabaya (Foto: indoturs.com)

Panglima Komando Armada (Koarmada) II Laksda TNI, Mintoro Yulianto mengatakan, penanaman mangrove itu juga sebagai bagian dari pemecahan rekor MURIĀ 2019 yang dipusatkan di Jakarta.

"Kami tak hanya melibatkan personel TNI, tapi juga anggota Polri serta masyarakat sipil," kata dia.

Koarmada II dan jajaran melaksanakan penanaman mangrove serentak berjumlah 68.300 bibit, 25.000 bibit dari Lantamal VI, 10.400 bibit dari Lantamal VII, 15.000 bibit dari Lantamal VIII, dan 24.000 dari Lantamal XIII pada seluas lahan area 25 hektare.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Wakapolda Jatim, Gubernur AAL, Danaludal, Wakajati Jatim, personel TNI-Polri, dan masyarakat umum.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓