Orator Demo Buruh Surabaya Orasi di Atas Mobil Komandan Pakai Baju Batik

Oleh Dian Kurniawan pada 02 Okt 2019, 15:48 WIB
Diperbarui 02 Okt 2019, 15:48 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Seorang orator aksi demo ribuan buruh di Surabaya, Jawa Timur bernama Pujianto tidak nampak seperti demonstran lainnya. Dia cukup percaya diri berdiri di atas mobil komandan sambil mengenakan baju batik berwarna dominan cokelat. 

Pujianto seolah-olah ingin ikut merayakan Hari Batik Nasional di tengah melaksanakan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya, Rabu (2/10/2019). 

"Alhamdulillah, Raperda Jatim tentang jaminan pasangon sudah dikabulkan, ini merupakan kado buat kita," teriak Pujianto. 

Dari pantauan di lapangan, aksi demo buruh ini lebih sedikit dibandingkan demo mahasiswa sebelumnya.  Aksi demo buruh ini juga nampak tertib dan berjalan tidak lama.

Lantaran, sebelum ribuan buruh ini tiba di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, ternyata beberapa ketua perwakilan dari elemen buruh sudah diundang dan diajak rapat dengar pendapat oleh Kusnadi, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur. 

2 dari 3 halaman

Polda Jatim Kerahkan Ribuan Personil

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Aksi demo buruh pada Rabu, 2 Oktober 2019 (Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengerahkan ribuan personil gabungan untuk mengamankan demo buruh di depan Gedung Negara Grahadi dan Gedung DPRD Jatim, Rabu, 2 Oktober 2019.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol, Toni Harmanto mengatakan, ada sebanyak 3.000 personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan aksi buruh itu.

"Besok konsentrasi pengamanan terkait kegiatan buruh ada di dua titik. Kita estimasikan kekuatan kita bersama TNI sekitar 3.000 personel," kata Toni, dilansir dari Antara Selasa, 1 Oktober 2019.

Toni menambahkan, dikerahkan sebanyak 3.000 gabungan Polri dan TNI itu karena direncanakan sebanyak 5.000 buruh akan memadati DPRD Jatim dan Kantor Gubernur. "Estimasi massa yang hadir 5.000. Doakan biar bisa sama seperti kemarin aman," tutur dia.

Selain itu, dalam unjuk rasa buruh besok, pihaknya akan melakukan pendekatan pengamanan seperti demo mahasiswa kemarin yakni dengan menurunkan pasukan Asmaul Husna di barisan terdepan. "Kita akan kerahkan pasukan Asmaul Husna untuk mendinginkan demo," ujar dia.

Toni juga memastikan isu yang akan dibawa oleh buruh dalam unjuk rasa di dua titik besok, hanya satu yakni terkait ketenagakerjaan.

"Kelihatannya isunya hanya satu aja tentang ketenagakerjaan. Kita belum dengar yang lain," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓