5 Tempat Terkenal di Surabaya Pusat, dari Rumah Sakit hingga Tugu Pahlawan

Oleh Liputan Enam pada 02 Okt 2019, 06:00 WIB
Ilustrasi lorong rumah sakit

Liputan6.com, Jakarta - Kota Surabaya, Jawa Timur, khususnya di kawasan Surabaya Pusat, menjadi lokasi atau titik berlangsungnya jantung pemerintahan. Di kawasan ini, tampak banyak sekali kantor jajaran pemerintahan termasuk kantor pemerintahan Jawa Timur di Surabaya.

Gedung atau bangunan tersebut, di antaranya ada Balaikota, dan Gedung Negara Grahadi. Oleh karena itu, Surabaya Pusat menjadi tonggak penting di kotanya, di kawasan ini termuat beberapa tempat lainnya yang terkenal dan juga terbesar, seperti berbagai mal, dan pusat perniagaan.

Kawasan Surabaya Pusat itu terbagi menjadi empat kecamatan, yakni Kecamatan Tegalsari, Simokerto, Genteng, dan Bubutan. Di salah satu kecamatan tersebut, terdapat jalan yang terkenal, yaitu Jalan Tunjungan.

Selain ada Jalan Tunjungan, masih ada tempat lainnya yang tak kalah beken di Surabaya Pusat. Ditelusuri dari berbagai sumber, berikut tempat lainnya yang ada di kawasan Surabaya Pusat:

1. Rumah Sakit Darmo, Kecamatan Tegalsari

Rumah sakit yang berada di Jalan Raya Darmo, Nomor 90, Surabaya ini didirikan pada 9 Juni 1897 oleh sekelompok orang Belanda yang membentuk perkumpulan bernama Surabayasche Zieken Verpleging (SZV). Perkumpulan tersebut dipimpin oleh seorang dokter Belanda HJ Offerhaus.

RS. Darmo ditetapkan sebagai cagar budaya  dengan tipe A, artinya tidak ada perubahan yang signifikan terhadap bangunan itu sejak zaman Belanda dulu. Terdapat suatu keunikan di rumah sakit ini, yaitu terdapat semboyan "Salus Aegroti Suprema Lex Est", yang artinya menyelamatkan penderita merupakan kewajiban utama.

2. Bebek Purnama, Kecamatan Tegalsari

Kuliner bebek purnama mempunyai ciri khas yang membedakan dengan sajian bebek lainnya. Ciri dari bebek purnama yaitu perpaduan antara serundeng dan bumbu kuningnya.

Selain itu, makanan bebek purnama bisa dihidangkan bersama sambal merah yang pedas. Kedai bebek purnama tersebut berada di Jalan Dinoyo, Nomor 4, Surabaya dan buka mulai pukul 15.00-23.00 WIB.

 

 

2 of 3

Surabaya Pusat

[Bintang] Jawa Timur
Masjid Cheng Ho, Surabaya, Jawa Timur. (oldskoolrockz/Instagram)

3. ITC Surabaya Mega Grosir, Kecamatan Simokerto

Mall yang merupakan pusat perbelanjaan grosir semua kebutuhan, seperti garmen, ponsel, komputer, tas, sepatu, aksesori, emas, butik fashion, dan elektronik. Di lantai paling atas, terdapat beragam food court yang menyediakan menu masakan khas Indonesia.

ITC Mega Grosir Surabaya berlokasi di Jalan Gembong No.20-30, Surabaya, Jawa Timur. Tidak jauh berbeda dengan tempat belanja lainnya, di ITC Surabaya tak jarang menjadi lokasi berlangsungnya suatu acara, misalnya olahraga zumba, dan lomba mewarnai untuk siswa Taman Kanak-Kanak (TK).

4. Masjid Muhammad Cheng Hoo, Kecamatan Genteng

Masjid ini merupakan hasil perpaduan antara budaya China dan Islam. Pada saat itu, ada banyak orang China yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Jawa, salah satunya adalah Laksamana Haji Muhammad Cheng Hoo alias Sam Poo Kong, ia juga menganut agama Islam.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Cheng Hoo yang telah wafat, maka dibangunlah masjid ini. Masjid Muhammad Cheng Hoo berada di Jalan Gading, Nomor 2, Surabaya didominasi oleh warna merah, hijau, dan kuning. Warna merah memiliki arti kebahagiaan, dan kuning artinya kebahagiaan. Ornamen masjid ini kental dengan nuansa Tiongkok Lama, terlihat dari pintu masuknya yang menyerupai pagoda.

5. Tugu Pahlawan, Kecamatan Bubutan

Pada awalnya, tinggi Tugu Pahlawan direncanakan 45 meter sesuai dengan angka tahun berdirinya Republik Indonesia. Akan tetapi, hal itu diurungkan, karena alasan masalah konstruksi bangunan yang dikhawatirkan tidak mampu menopang ketinggiannya.

Hingga akhirnya tugu tersebut dibangun dengan tinggi 41,15 meter. Tugu Pahlawan dibuat 11 bagian (tingkatan), bagian puncak tugu bentuknya meruncing dilengkapi dengan lampu berwarna merah dan penangkal petir. Tugu Pahlawan terletak di Jalan Bubutan, Surabaya, dan tepat di depan kantor gubernur.

Sudah siap untuk bersinggah di sana?

(Wiwin Fitriyani, mahasiswi Universitas Tarumanagara)

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓