Tutup Gebyar Expo Barang Bukti 2019, Kapolda Jatim Siapkan Aplikasi Online

Oleh Dian Kurniawan pada 30 Sep 2019, 18:57 WIB
Diperbarui 30 Sep 2019, 18:57 WIB
Jelang Aksi 22 Mei, Polisi Razia Penumpang Bus dan Kereta Api Tujuan Surabaya - Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menutup Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Polda Jatim 2019, Minggu 29 September 2019.

Luki menuturkan, selama lima hari digelar di depan markas Polda jalan Ahmad Yani nomor 116 Kota Surabaya Jawa Timur tersebut menyedot 6.333 pengunjung dari berbagai daerah.

"Hari ini penutupan hari ke-5 kegiatan gebyar. Pengunjung 6.333 orang. Selama 5 hari 152 BB ditemukan di sini, diambil langsung masyarakat dari R2, R4 dan R6," kata Luki.

Ia menuturkan, meski telah ditutup, kegiatan Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Hasil Kejahatan akan terus dilanjutkan. Untuk itu, pihaknya saat ini tengah menyiapkan aplikasi online yang nantinya mempermudah masyarakat yang kehilangan untuk mencari.

"Kami akan terus melakukan kegiatan ini. Kita benahi sistemnya. Kita akan menggunakan aplikasi online dan nanti data barang bukti dari polres-polres, nomor mesin, dan rangka sehingga masyarakat bisa melihatnya," ucapnya.

Mengenai aplikasi online itu, jelas Luki, sebenarnya sudah ada, tapi hanya untuk internal kepolisian saja. Aplikasi itu digunakan saat masyarakat yang mencari barangnya ke polres secara langsung.

 

2 dari 3 halaman

Aplikasi Online Basmi Curanmor

Sementara itu, saat ini Polda sedang menyempurnakan sistem online yang dapat diakses menggunakan sistem android dan dapat diunduh di Google Play.

"Aplikasi database-nya sekitar 6 ribu sekian. Dan 3 ribu sudah ditemukan pemiliknya. Kita belum buka online. Kita benahi sistemnya dahulu. Teknisnya nanti akan kita buka melalui android bisa atau Google Play," ujar Luki.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Luki Hermawan membuka Gebyar Expo Barang Bukti 2019, sekitar pukul 08.00 WIB, di lapangan upacara Mapolda Jatim, Selasa 24 September 2019.

Kapolda mengatakan, expo ini baru pertama kali di Jawa Timur, bahkan mungkin di Indonesia, meskipun pengembalian barang bukti ini dilakukan hampir setiap Minggu atau kapan saja asal dilakukan di Polda atau di Polres. Tetapi dalam pameran, baru pertama kali ini.

"Semua berkat masukan-masukan dari perwira-perwira kami. Karena banyaknya barang bukti yang kami dapatkan serta banyaknya telepon dari masyarakat kita mencoba memberikan pelayanan yang prima," katanya.

Kapolda menyampaikan, pada kegiatan ini dimeriahkan dari Polda Jatim dan 8 Polres atau Polresta di Jawa Timur, yaitu Polrestabes Surabaya, Polresta Tanjung Perak, Polres Gresik, Polresta Mojokerto, Polres Mojokerto, Polresta Sidoarjo, Polres Pasuruan dan Polresta Pasuruan.

"Total barang bukti pencurian kendaraan bermotor roda empat ada sekitar 160, roda dua 668, jadi totalnya ada 828 kendaraan bermotor," katanya.

Lebih lanjut, Kapolda menuturkan, dalam beberapa hari ini telah diekspos banyak media, tanggapannya sungguh luar biasa. Baru direncanakan saja, sudah banyak yang telepon dan WA kepada panitia.

"Pada hari ini Polda Jatim akan memberikan suatu pelayanan kepada publik terkait dengan maraknya curanmor hasil kejahatan di tahun 2018 saja ada 1347 kasus dan tahun 2019 itu ada 1929 kasus, jadi terjadi peningkatan pengungkapannya sebesar 26 persen," ucap Luki.

Masyarakat yang datang ke pameran ini adalah korban atau mungkin saudara korban curanmor. Kapolda Luki berharap semoga dengan ini korban bisa melihat dan mengambil barangnya secara gratis.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓