Potensi Wisata Mojokerto, dari Religi hingga Kuliner

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2019, 04:00 WIB
Diperbarui 24 Okt 2019, 19:56 WIB
Tol Sumo membentang sepanjang 36,27 kilometer (km) dan menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Mojokerto. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Timur memiliki daerah yang punya potensi pariwisata. Salah satunya, Mojokerto. Meski luas hanya 16,46 kilometer, kota ini punya potensi pertanian dan pariwisata yang tak kalah menarik dengan kota lainnya di Indonesia.

Mengutip laman pemerintah kota Mojokerto, wilayah Mojokerto merupakan daerah aliran sungai (DAS) Brantas sepanjang 3,5 KM. DAS Kali Brangkal sepanjang 2,25 KM dan Kali Sadar sepanjang 2 KM. Ada kali ini bermanfaat cukup besar bagi kehidupan penduduk terutama keperluan irigasi pertanian.

Selain itu, di Mojokerto, ada sejumlah potensi pariwisata mulai dari alam, religi, kuliner, dan lainnya. Berikut berbagai potensi wisata yang dimiliki Mojokerto:

1. Pemandian Sekar Sari

Pemandian Sekar Sari terletak di Jl. Empunala no.2. Kolam renang ini dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak, wartel, toko alat-alat olah raga dan rumah makan yang menjual beraneka ragam jajanan dan kafe nuansa kolam renang.

Harga tiket untuk memasuki Pemandian Sekar Sari relatif murah yaitu sebesar Rp 2.500 per orang. Pengunjung dapat menikmati liburan di tengah Kota bersama keluarga. Pemandian Sekar Sari buka setiap hari dari Senin-Minggu pukul 07.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB kecuali hari Jumat.

2. Klenteng Hok Siang Kiong

Klenteng ini didirikan 1823. Seperti desain klenteng pada umumnya, Klenteng Hok Siang Kiong berarsitektur khas Cina dengan dua patung naga pada atapnya. Klenteng ini diketahui didirikan pada zaman penjajahan Belanda.

Klenteng yang menjadi tempat ibadah umat Kong Hu Cu kawasan kota Mojokerto ini terletak di tengah kota, sekitar 750 meter dari alun-alun kota Mojokerto. Selain umat Kong Hu Cu, klenteng ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan yang mengagumi gaya arsitekturnya.

2 of 3

Kawasan Sungai Brantas

Candi Bajangratu, Mojokerto
Candi Bajangratu, Mojokerto (sumber: iStockphoto)

3. Kawasan Sungai Brantas Indah dan Jogging Track

Jogging Track Mojokerto (JTM) berjarak sekitar 200 m dari jalan Hayam Wuruk. JTM ini berada di kawasan dermaga Sungai Brantas. Di sana, pengunjung dapat menikmati suasana Sungai Brantas serta menikmati jajanan dan lesehan. Area ini sangat cocok untuk berolah raga pada pagi hari dan jalan-jalan sore.

Pada malam hari suasana di tempat ini berubah menjadi kya-kya ( pusat kuliner). Warung -warung lesehan berjajar di sepanjang jogging track yang siap melayani pengunjung dengan berbagai sajian sambil menikmati semilir angin di pinggiran Sungai Brantas. Pada waktu - waktu tertentu di dermaga diadakan pentas musik atau atraksi sepeda BMX.

4. Wisata Kuliner Onde-Onde

Onde-onde merupakan jajanan khas Mojokerto. Kota ini juga dikenal sebagai kota Onde-Onde. Hampir semua toko yang ada di Mojokerto menyediakan jajanan ini.

Di antara, toko-toko yang menjual jajanan, onde-onde yang paling terkenal yaitu toko kue Bo Liem. Toko ini banyak dijumpai di Mojokerto antara lain di Jalan Gajah Mada, Jalan Residen Pamuji dan lain-lain. Selain Anda dapat membeli onde-onde di Toko Kue Bo Liem juga dapat membelinya di Pasar Tanjung atau di depan terminal Kota Mojokerto.

5.Alun-Alun Mojokerto

Alun-alun ini bagi warga Mojokerto dan sekitarnya merupakan tempat rekreasi sekaligus sebagai sarana bersantai bagi keluarga di akhir pekan. Sejak pagi hingga malam, alun-alun ini tidak pernah sepi dari berbagai kegiatan. Pada pagi hari, banyak siswa siswi memanfaatkan tempat ini untuk melakukan kegiatan olahraga dan sebagai sarana tempat bermain.

 

(Tito Gildas, Mahasiswa Kriminologi Universitas Indonesia)

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by