Jaga Demo, Pasukan Asmaul Husna Polda Jatim Tolong Nenek Hampir Pingsan

Oleh Dian Kurniawan pada 26 Sep 2019, 15:07 WIB
Diperbarui 26 Sep 2019, 15:07 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Polda Jawa Timur (Jatim) menerjunkan pasukan Asmaul Husna, Polisi Wanita (Polwan) untuk mengamankan aksi massa di depan Gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya, Kamis (26/9/2019).

Polwan akan berada pada barisan depan dan berhadapan langsung dengan demonstran. Pada sejumlah aksi besar, pasukan Asmaul Husna ini sering diturunkan, terutama pada aksi yang berpotensi rusuh. Pasukan ini terdiri atas ratusan anggota polisi penghafal 99 asma Allah.

Tak hanya itu, untuk membuat suasana tetap adem, ratusan Polwan juga akan disiagakan. Mereka pula yang akan mendampingi peserta aksi bersama-sama dengan pasukan Asmaul Husna.

Selain mengamankan demonstran, Pasukan Asmaul Husna ini juga menolong seorang nenek yang berada di tengah- tengah demonstran. Nenek tersebut nampak lelah dan sedikit bingung melihat ribuan massa yang berkumpul di jalan Indrapura.

Nenek tersebut dibawa oleh Pasukan Asmaul Husna Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar untuk menepi di tempat yang dingin.

"Saya mau pingsan tadi, bingung, panas," kata nenek tersebut.

Kompol Lily mengatakan, dirinya menemukan nenek ini tadi di tengah-tengah mahasiswa. "Nenek ini berasal dari Pasuruan, dia tadi terlihat mau pingsan, makanya syaa bawa ke sini," tutur Lily.

2 dari 3 halaman

Kapolda Jatim Imbau Aksi Demo Berjalan Tertib

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pasukan Asmaul Husna, Polisi Wanita (Polwan) mengamankan aksi massa di depan Gedung DPRD Jatim pada Kamis (26/9/2019). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyampaikan, pihaknya ingin aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib. Karena itu, bukan polisi bersenjata yang ada di depan, tetapi pasukan Asmaul Husna. 

"Karena itu, kami meminta adik-adik mahasiswa juga tertib. Jangan bertindak anarkistis sehingga memancing emosi aparat. Imbauan sama juga kami sampaikan kepada aparat keamanan. Prinsipnya, aspirasi tetap bisa disampaikan dengan baik, tanpa ada ketegangan,” tutur Luki. 

Sementara itu, untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, pihaknya juga menyiagakan mobil rantis dan water cannon.

“Walau begitu tidak ada senjata tajam. Peluru karet juga tidak dipakai,” ucap Luki. 

Luki optimistis, aksi yang dijadwalkan berlangsung siang ini berjalan kondusif. Tidak ada gangguan, apalagi kerusuhan. “Kami juga sudah siapkan 700 aparat pengamanan untuk mengawal aksi,” ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓