Polisi Sidoarjo Dalami Kasus Penemuan Mayat Ibu dan Bayi

Oleh Liputan6.com pada 21 Sep 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 21 Sep 2019, 09:00 WIB
Jelang Aksi 22 Mei, Polisi Razia Penumpang Bus dan Kereta Api Tujuan Surabaya - Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penemuan mayat ibu dan bayi yang tergeletak di lahan kosong kawasan Pepelegi Indah, Sidoarjo sedang didalami oleh petugas Kepolisian Sektor Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala Kepolisian Sektor Waru Sidoarjo, Komisaris Polisi, Saibani mengatakan, dua mayat yang ditemukan tersebut diduga merupakan seorang perempuan yang melahirkan di lahan kosong.

"Kami terus memeriksa sejumlah orang saksi terkait dengan kejadian itu, termasuk mencari identitas dari mayat yang ditemukan tersebut," kata dia.

Ia menuturkan, saat ditemukan diduga korban melahirkan di semak-semak dan tidak tertolong, dilansir dari Antara, Jumat 20 September 2019.

"Jenazah ini diperkirakan meninggal sudah tiga atau empat hari lalu," katanya.

Ia mengatakan, begitu mengetahui ada laporan penemuan mayat, petugas langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut.

"Saat ini mayat perempuan itu berada di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, termasuk mayat anaknya yang diduga baru dilahirkan," katanya.

2 dari 3 halaman

Penyebab Kematian

Ia menuturkan, pihaknya belum menemukan apakah mayat tersebut meninggal dunia karena faktor lainnya atau korban pembunuhan.

"Proses penyelidikan masih terus dilakukan. Dugaan kami, mayat tersebut meninggal dunia karena kehabisan darah saat melahirkan," ujarnya.

Sementara itu, petugas keamanan perumahan Zaenal menjelaskan, mayat itu pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang hendak mencari barang bekas.

"Saat mencari barang bekas, pemulung itu mencium bau busuk. Ketika dicari ternyata mayat perempuan dan anaknya. Dugaan memang usai melahirkan," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓