6 Kampung Surabaya dengan Produk Unggulannya

Oleh Liputan Enam pada 13 Sep 2019, 08:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya menata kampung-kampung di kotanya agar berbeda dari kampung yang biasa. Ada beberapa kampung yang disulap menjadi kampung ramah lingkungan, ada pula kampung yang dijadikan tujuan wisata.   

Tak hanya itu, beberapa kampung di Surabaya juga menjadi sarang para warga untuk mengembangkan bisnis masing-masing yang mereka punya. Kini produk dari setiap kampung itu menjadi salah satu penghasilan bagi para warganya. 

Dari kampung-kampung unggulan ini terbukti bahwa penduduk Surabaya kreatif dan inovatif dalam berkarya. Bahkan, beberapa karya dari kampung ini telah merambah ke luar daerah Surabaya.

Berikut ini adalah enam kampung unggulan Surabaya yang Liputan6.com rangkum dari situs surabaya.go.id:

1. Kampung Paving

Sesuai namanya, warga di kampung ini rata-rata adalah pengrajin paving dan batako. Kampung ini sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Awalnya kampung ini bernama Kampung Tegel.

Namun, diawali dengan adanya warga seorang pengrajin paving, Bapak Gufron dan pengrajin batako, Bapak Munip, penduduk kampung mulai mengikuti jejaknya. Kini masyarakat kampung ini menjadi orang yang sudah berpengalaman dalam hal paving dan batako.

Dalam satu minggu, para pengrajin bisa memproduksi 300m2 sampai 400m2 paving. Selain kualitasnya yang terjamin, harga paving dan batako disini juga sangat terjangkau.

2. Kampung Handicraft

Kampung Handicraft dibentuk oleh komunitas ibu-ibu yang terampil dalam membuat kerajinan. Dirintis mulai 2004, hingga kini kampung handicraft telah mencpitakan beraneka produk yang juga dijual.

Kerajinan tangan ini awalnya hanya sebagai hobi. Akan tetapi, kerajinan yang dibuat oleh ibu-ibu setempat memiliki nilai layak jual. Untuk itu, kerajinan itu akhirnya tidak hanya dijadikan hobi, melainkan menjadi sumber penghasilan.

Kini warga setempat terus mendapat pembinaan dari Dinas Perdagangan danPerindustrian Kota Surabaya. Produk-produk yang dihasilkan dari Kampung Handicraft antara lain: tudungsaji, dompet lukis, sapu tangan, hiasan meja, kotak tissue,tas pesta, bross, dompet, kipas dan aneka kerajinan lain.

3. Kampung Bordir

Kampung unggulan kali ini berada di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Di kampung ini membuka jasa membordir untuk kebaya, busana maupun nama/identitas.

Kualitas bordir dari kampung ini tak perlu diragukan lagi. Bordir akan dikerjakan langsung oleh pengrajin bordir yang sudah ahli dan berpenglaman di bidangnya.

Kelebihan produk dari kampung ini adalah harganya yang terjangkau dan terdapat berbagai pilihan motif bordir yang ditawarkan. Variasi produk dari kampung ini antara lain: bordir aneka motif, busana pengantin, busana pesta, kebaya dan jenis border lainnya sesuai pesanan.

 

2 of 3

Kampung Tas

kepribadian
ilustrasi tas/copyright Pexels/Artem Bali

4. Kampung Tas

Kampung unggulan ini aktif memproduksi aneka tas wanita (fashion), tas sekolah, tas laptop, tas seminar, dan berbagai tas lainnya. Kebanyakan orang, menyebut produk tas dari kampung ini dengan sebutan “Tas Gadukan”.

Sebutan tersebut dikarenakan, kampung yang sudah ada sejak 1978-an itu terletak di daerah Gadukan. Kampung Unggulan Tas Gadukan memiliki jumlah unit usaha sekitar 68 unit yang tersebar di Kel. Morokrembangan Kec. Krembangan RW IV, V dan VI Surabaya.

Hasil dari kampung ini banyak dijumpai di beberapa Mall dan pusat grosir Surabaya. Pemasarannya sudah merambah ke berbagai daerah. Adapun area pemasarannya meliputi: Surabaya (PGS, ITC), Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin dan Makasar.

5. Kampung Keripik Tempe

Berbeda dengan kampung unggulan sebelumnya, Kampung Unggulan Keripik Tempe Sukomanunggal adalah kampung industri menawarkan cita rasa keripik tempe khas Kota Surabaya. Kampung ini sudah berdiri sejak 1983. 

Kampung unggulan ini memproduksi keripik tempe dengan berbagai varian rasa yang bisa dinikmati, yakni original, pedas, manis, dan pedasa asin. Keripik tempe produk kampung ini terbuat dari kedelai murni dan tidak memakai bahan pengawet. 

Sebelum itu, kampung ini adalah kampung tempe. Hingga sekarang pun, mayoritas warga adalah pengrajin tempe. Namun sekitara 2010, mulai bermunculan beberapa pengrajin keripik tempe. Salah satunya adalah ketua RT setempat, Pak Markut.

Akhirnya trend keripik tempe pun naik daun, dan beberapa orang beralih ke usaha keripik tempe.

6. Kampung Kue

Dipelopori oleh salah satu pengrajn kue yang memulai usahanya pada 2000 bernama Ibu Anik. Dengan campur tangan Ibu Anik, ditambah program yang digalakkan oleh Disperdagin Kota Surabaya, wilayah kampung ini dinobatkan sebagai pusat kue di Kota Surabaya.

Kampung Unggulan Kue berlokasi di wilayah penjaringan. Sebutan itu disematkan karena kampung ini memiliki usaha khas yaitu produksi kue. 

Banyak macam-macam kue yang disajikan di kampung tersebut, diantaranya  adalah kue basah, macam-macam cake, kue kering, kue pesta, jajan pasar, aneka camilan dan jenis kue lainnya sesuai pesanan.

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by