Dinas Sosial Kini Tangani Kakek Penjual Koran yang Disebut Pengawal Sukarno

Oleh Agustina Melani pada 09 Sep 2019, 19:24 WIB
Asal-usul Nama Jalan Gunungsari Surabaya yang Bakal Diganti Nama Siliwangi

Liputan6.com, Jakarta - Video seorang kakek yang disebut mantan pengawal Sukarno (Bung Karno) menjadi perhatian warganet terutama di Surabaya. Kakek yang bernama Mbah Waris (88) itu kini memilih berjualan koran karena sudah tak memiliki tenaga untuk kerja yang lain.

Pada 2 September 2019, akun @cakbudi_official mengunggah video dengan judul "Mantan Pengawal Bung Karno Berjualan Koran. Demi Hidup." Video berdurasi 14 menit tersebut menarik perhatian publik.

Mbah Waris jual koran dengan harga Rp 5.000. Usia yang sudah tua, Mbah Waris tetap berjualan karena semua anaknya masih bersekolah. Mbah Waris, tinggal di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya. Selama ini, dia tinggal bersama istri dan anak-anaknya serta satu orang cucu di rumah kontrakan dengan ukuran 2x5 m di Jalan Panjang Jiwo.

Video tersebut sampai hingga ke Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Pemkot Surabaya. Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto menuturkan, pihaknya bersama Dinas Sosial Kota Surabaya sudah mengunjungi Mbah Waris.

Sebelumnya Mbah Waris pernah dipulangkan pada 2012 ke Kediri oleh Pemerintah Kota Surabaya, tetapi kembali lagi. Eddy mengatakan, saat ini penanganan Mbah Waris diserahkan kepada Dinas Sosial karena penduduk KTP luar kota.

"Beliau (Mbah Waris-red) penduduk Kediri dengan KTP Kediri yang kos di Surabaya. Tahun lalu sudah dikembalikan oleh Dinas Sosial ke Kediri namun kembali lagi," ujar Eddy saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat Senin (9/9/2019).

Terkait pengawal Bung Karno, ia menuturkan belum bisa disimpulkan. Hal ini karena tidak ada bukti tertulis piagam dan tanda jasa serta pakaian waktu Mbah Waris jadi TNI pangkat mayor. "Dan seharusnya ketika dia veteran perang masuk data di LVRI,"  tutur dia.

2 of 4

Viral Kakek yang Disebut Mantan Pengawal Sukarno Kini Jual Koran

Sebelumnya, salah satu video dari akun video @cakbudi_official belakangan ini menjadi sorotan warganet khususnya warga Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu, Cak Budi mengunjungi lansia yang sedang berjualan koran di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya. Lansia tersebut merupakan mantan pengawal Bung Karno.

Pada 2 September 2019, akun @cakbudi_official mengunggah video dengan judul "Mantan Pengawal Bung Karno Berjualan Koran. Demi Hidup." Video berdurasi 14 menit tersebut menarik perhatian publik dan diperbincangkan di media sosial.

Awalnya Cak Budi sudah memantau kakek yang ingin dituju selama 20 menit. Setelah dia menghampirinya, diketahui kakek tersebut bernama Mbah Waris. Kakek berumur 88 tahun itu adalah orang asli Surabaya.

Setiap hari Mbah Waris berjualan koran di lampu merah Panjang Jiwo, mulai dari pukul 04:00 hingga 10:00. Setiap koran dijual dengan harga Rp 5.000. Dalam umurnya yang sudah sepuh itu, Mbah Waris tetap berjualan karena semua anaknya masih bersekolah.

"Yang tanggung jawab belum ada. Anak-anak masih sekolah semua,” ucapnya dalam wawancara dengan Cak Budi, seperti dilansir, Senin, 9 September 2019.

Mbah Waris memilih untuk berjualan koran karena dia sudah tak memiliki tenaga untuk bekerja yang lain. Untuk sampai ke tempat biasa berjualan, Mbah Waris menggunakan sepeda dari rumahnya.

Dia menuturkan, rumahnya tak jauh dari jalan Panjang Jiwo. Selama ini, dia tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Mbah Waris memiliki lima saudara, tapi semuanya sudah tutup usia.

Saat Cak Budi mengajak Mbah Waris untuk makan bersama, Ia menjawab telah makan telor dan tempe goreng. Menurut Mbah Waris, telor dan tempe goreng sudahlah cukup. Ia mengikuti jejak Presiden Soekarno saat di Irian yang dulu juga hanya makan telor goreng.

"Bung Karno dulu di Irian makannya juga telor, jadi saya ikut," ucap Mbah Waris.

Setelah itu, Mbah Waris menceritakan, kisahnya yang dulu sempat menjadi mantan pengawal presiden pertama RI. Ia menceritakan, sempat mengawal Soekarno dari Wonokromo sampai Tugu Pahlawan, Surabaya. Ia juga menuturkan, pengalaman Soekarno saat mengajar orang orang di Irian.

"Bukan hanya ikut berjuang, saya sudah blenger, sudah macam-macam saya,” lanjutnya.

 

 

 

 

 

3 of 4

Kunjungan dari Linmas Surabaya

Tak hanya mendapat sorotan dari warganet, video ini juga sudah sampai hingga BPB dan Linmas Pemkot Surabaya. Hal ini berawal dari akun instagram @herwanhardian yang mengirimkan link  video Cak Budi kepada akun instagram @bpblinmas.surabaya.

Petugas Satlinmas pun bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Surabaya oleh Kasatgas Kelurahan Nginden Jangkungan dan Panjang Jiwo untuk mencari kediaman Mbah Waris. Setelah berhasil ditemukan, Mbah Waris benar tinggal di rumah kontrakan yang terletak di Jalan Panjang Jiwo.

Mengutip keterangan dari akun instagram @bpblinmas.surabaya, Mbah Waris tinggal di kontrakan berukuran 2x5 meter. Ia tinggal bersama istri, tiga orang anak, serta satu orang cucu.

Dalam unggahan tersebut, dikatakan, Mbah Waris sudah pernah dipulangkan ke kampung halamannya yakni Kota Kediri oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 2012 lalu. Namun, karena tidak menemukan pekerjaan di sana, Ia memilih untuk kembali lagi ke Kota Pahlawan.

Dalam wawancara dengan tim BPB & Linmas Pemkot Surabaya, Mbah Waris menuturkan hanya berharap pekerjaan yang sesuai dengan usianya. “Sebaik baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓