Risma Paparkan Manajemen Risiko Bencana di Forum Internasional Filipina

Oleh Dian Kurniawan pada 06 Sep 2019, 17:34 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) memaparkan sejumlah terobosan yang dilakukan di Surabaya untuk mengatasi banjir. Hal ini Risma sampaikan saat memimpin sidang Executive Bureau Meeting Council Meeting dengan para anggota UCLG Aspac di Makati, Filipina.

Tri Rismaharini menuturkan, wilayah Asia-Pasifik adalah daerah yang rawan terjadi bencana alam di dunia. Ia menceritakan, berbagai bencana alam yang terjadi tahun lalu seperti di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Kemudian bencana topan dan banjir yang terjadi di Filipina dan China.

"Bapak-ibu, bencana telah merenggut nyawa dan menyebabkan kerusakan besar pada kota dan komunitas kami. Bagi saya, melindungi rakyat adalah hal yang paling penting dan ingin saya wujudkan dalam program kegiatan UCLG Aspac ini," tutur Risma di sela-sela sambutannya di Mekati City, Filipina, Jumat (6/9/2019).

Ia mengatakan, program itu bisa ditempuh, dan membuktikan di Surabaya yang terletak lima meter di atas permukaan laut. Pada 2010, banjir di Surabaya mencapai 50 persen.

"Tahun ini, dengan berbagai inisiatif, kami berhasil mengurangi banjir hingga tersisa dua persen saja," tutur dia.

Tri Rismaharini memaparkan, terobosan apa saja yang telah dilakukannya. Mulai dari pembuatan reservoir atau bozem yang berfungsi sebagai penampung air hujan dan menjadi cadangan saat musim kemarau. "Kemudian kami merevitalisasi sungai, membuat hijau tepi sungai dan berbagai penghijauan lainnya," kata dia.

2 of 4

Kerangka Sendai

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Dia menuturkan, upaya internasional seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030 ini adalah langkah penting menuju komitmen dan tindakan yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Risma menegaskan agenda global ini terutama ditujukan tingkat nasional dan pemerintah daerah. “Kita berada di garis terdepan dalam pelaksanaannya,” imbuh dia.

Untuk mewujudkan komitmen itu, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengajak seluruh anggota UCLG Aspac untuk berpartisipasi dalam pertemuan Konferensi Tingkat Menteri Asia tentang Pengurangan Risiko Bencana tahun depan di Brisbane. 

"Di sana kita akan tunjukkan bahwa Kerangka Sendai Target E sudah sampai di tingkat lokal, ini juga menjadi upaya dalam pengurangan risiko bencana dalam Deklarasi Wali Kota ASEAN yang diadopsi di Bangkok 27 Agustus lalu," papar dia.

Selain itu, Risma juga memberikan dukungan kemanusiaan terhadap warga yang terkena bencana di berbagai kota untuk memperkuat respons dan rehabilitasi pasca bencana. Seperti yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu Sulawesi Utara. 

"Saya mengunjungi Palu beberapa bulan lalu dan berkesempatan diskusi dengan wali kota di sana dan menanyakan apa saja yang dbutuhkan dan memberikan bantuan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Risma juga membeberkan terkait peluncuran ajakan solidaritas untuk mendukung saudara-saudara yang terdampak musibah. Ajakan solidaritas itu ia buat melalui UCLG Aspac dengan UCLG World bekerjasama dengan Asosiasi Kota Perancis (CUF) untuk berkontribusi pada rehabilitasi untuk kota yang terdampak.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah nasional memang sangat dibutuhkan. Meskipun demikian, bersamaan dengan itu pula kerjasama antar kota juga harus terus dilakukan. "Kami terus memberdayakan pemerintah kota dan daerah dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana,” imbuh dia.

Oleh karena itu, Risma mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama saling membangun budaya dan menjaga kawasan Asia Pasifik. Ia berharap forum ini dapat menjadi bagian dan langkah konkret menciptakan masyarakat berkelanjutan dan tangguh. 

"Saya berharap dapat belajar dari pembicara kami. Semoga kita mampu membentuk masyarakat yang kuat dan tangguh," pungkas dia. 

 

 

3 of 4

Jadi Pembicara

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Setelah menjadi pembicara di Austria, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menjabat sebagai Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac) ini, menghadiri UCLG Aspac Council Meeting 2019 and Disaster Risk Reduction and Management (DRRM)  Forum atau forum Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Risma memimpin sidang Executive Bureau Meeting Council Meeting dengan para anggota UCLG Aspac. Di forum yang lain, Wali Kota Risma juga memberikan sambutan di forum DRRM yang bertajuk membangun kota yang berkelanjutan dan tangguh. Serangkaian forum UCLG ini digelar di Kota Makati, Filipina selama tiga hari, yaitu 5-7 September 2019.

Forum yang bertajuk "Membangun Kota yang Berkelanjutan dan Tangguh" ini dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari para komite dan kota-kota anggota UCLG Aspac serta para ahli. Acara tersebut bertujuan untuk membahas Kerangka Sendai Target E, Pengurangan Risiko Bencana tahun 2015-2030 dalam rangka mempercepat penyelesaian pada 2020.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by