5 Tempat Angker dan Mistis di Surabaya, Tertarik ke Sana?

Oleh Liputan Enam pada 02 Sep 2019, 23:00 WIB
rumah-darmo-131125b.jpg

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia,memiliki banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi, baik untuk warga setempat atau wisatawan.

Mulai dari tempat bersejarah hingga mistis dapat ditemui di Kota Pahlawan ini. Berikut adalah lima tempat angker dan mistis di Surabaya, Jawa Timur yang bisa dikunjungi untuk para pemilik nyali besar, seperti yang dihimpun dari berbagai sumber oleh Liputan6.com:

1. Pintu Air Jagir

Pintu Air Jagir sudah dikenal memiliki nuansa mistis di tengah masyarakat Surabaya. Mengutip berbaga sumber, bangunan ini sudah dibangun sejak 1917 oleh pemerintah kolonial Belanda.

Dahulu, bangunan ini difungsikan untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi di Surabaya kala itu. Pintu air ini terletak di Jalan Jagir, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, di sana terdapat buaya putih dan sering meminta tumbal. Walau begitu, sampai sekarang pintu air ini masih berfungsi dengan baik sebagai pengendali banjir Surabaya.

2. Rumah Hantu Darmo

Rumah Hantu Darmo adalah rumah mewah berlantai tiga yang berlokasi di Jalan Puncak Permai II nomor 26, Sukomanunggal, Surabaya. Dari cerita yang beredar di masyarakat, rumah ini adalah rumah hasil pesugihan. Dahulu, keluarga yang menempati rumah tersebut, mendapatkan kekayaannya dengan syarat memberikan tumbal dan sesajen.

 Suatu saat, keluarga tersebut tidak ingi nmemberikan tumbal dan sesajen lagi. Mereka pun melarikan diri melalui jalur laut dengan anggapan akan menghentikan kutukan. Naas, para hantu menenggelamkan kapal yang ditumpangi dan membuat satu keluarga meninggal.

Diketahui kedua penjaga rumah itu juga tewas terbunuh dan kasusnya tidak pernah terungkap. Kabarnya, kedua penjaga itu tewas karena mereka dijadikan sebagai pengganti tumbal yang belum dibayar.

 Anda berani menginap di sana?

3. Penjara Kalisosok

Penjara ini sudah memiliki umur kurang lebih 200 tahun. Tepatnya pada 1 September 1808, Penjara Kalisosok dibangun saat kepemimpinan Herman Williem Daendels. Mengutip dari akun Instagram @lovesuroboyo, banyak pejuang Indonesia yang pernah merasakan masa kelam di penjara ini, seperti Soekarno dan WR. Soepratman. 

Konon, penjara ini tidak hanya digunakan untuk mengurung, melainkan juga menyiksa para tahanan. Walaupun kapasitasnya hanya 20 orang, kala itu satu ruangan dipaksa agar mampu ditempati 90 orang. Tempatnya yang sempit, gelap, dan pengap membuat suasana penjara ini semakin seram. Berdasarkan cerita masyarakat sekitar, banyak orang sering mendengar teriakan dari penjara ini.

Penjara Kalisosok Surabaya menjadi salah satu penjara yang paling angker di Indonesia. Walaupun begitu, Penjara Kalisosok sudah termasuk Cagar Budaya tipe B yang harus dilindungi pemerintah.

 

2 of 3

Rumah Hantu Kupang

4. Rumah Hantu Kupang

Rumah Hantu Kupang berdiri di Jalan Banyu Urip Wetan 1A nomor 107, Surabaya. Arsitekturnya yang kuno, dan lebih tinggi dari gedung sekitarnya membuat rumah ini mudah untuk ditemukan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, konon Gedung ini dibangun oleh J.A. van Middlekoop pada 1809. Lalu, gedung tersebut dibeli oleh dr Teng Khoen Gwan (Gunawan Sasmita) sekitar 1945. Namun, akibat kerusuhan rasial pada 1948, pemilik meninggalkan tempat tersebut. Bangunannya yang sudah tidak terawat, dengan dinding berwarna putih kusam membuat warga di sana menilai gedung ini terkesan horror.

 5. Tandon Air Wonokitri

Banyak bangunan berumur tua yang berdiri di Surabaya. Salah satunya adalah Tandon Air Wonokitri. Tandon air ini dipercaya menyimpan banyak hal mistis.

Dikabarkan, hingga kini struktur bangunan tandon air tidak diubah sejak awal dibangun. Meskipun begitu, tahun pasti bangunan ini dididirikan masih belum diketahui. Mengambil info dari akun Instagram @triohantucs, Tandon Air Wonokitri dibangun berkisar pada abad 20an. Beberapa katup sebagai pengatur air dan pipa besar masih dipergunakan hingga sekarang.

Bangunan ini sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui Keputusan Walikota Surabaya pada 2011. Kini pengelolaan Tandon Air Wonokriti berada id bawah wewenang PDAM Surya Sembada.

Selain menjadi rumah air pertama dan tertua di Surabaya, hal menarik tendon ini adalah pendistribusiannya yang tidak menggunakan pompa. Hal ini karena lokasinya yang terletak di titik tertinggi di Kota Surabaya.

Dikabarkan, banyak masyarakat sekitar yang pernah bertemu sosok ular besar di lokasi ini. Sosok itu dianggap sebagai penunggu Tandon Air Wonokitri.

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓