Surabaya Masih Alami Musim Kemarau hingga Oktober 2019

Oleh Agustina Melani pada 31 Agu 2019, 19:46 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:04 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan Surabaya, Jawa Timur masih hadapi musim kemarau hingga Oktober 2019. Surabaya diprediksi memasuki awal musim penghujan pada November 2019.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto menuturkan, musim kemarau di Jawa Timur masih berlangsung hingga Oktober 2019. Pada akhir Oktober 2019 baru diperkirakan musim peralihan ke musim hujan meski tidak merata di wilayah Jawa Timur terutama di Lumajang Selatan dan Banyuwangi Selatan.

"Untuk rata-rata seluruh Jawa Timur memasuki awal musim penghujan masih di periode November,” ujar Teguh saat dihubungi Liputan.com, Sabtu (31/8/2019).

Ia menuturkan, hal ini juga terjadi di Surabaya. Kota Pahlawan ini baru memasuki musim penghujan pada November 2019. Suhu udara di Surabaya sempat mencapai maksimum 35 derajat celsius yang terjadi pada 10 Agustus 2019. Saat ini rata-rata suhu udaradi Surabaya maksimum 34 derajat celsius. Teguh prediksi, kondisi cuaca panas di Surabaya pada September mirip seperti Agustus 2019.

"Relatif masih kemarau. Masih mirip-mirip seperti Agustus," tutur dia.

Oleh karena itu, dengan musim kemarau masih berlangsung, ia pun mengimbau sejumlah hal kepada masyarakat Surabaya. Pertama, terus memperbaharui informasi cuaca dalam hal ini BMKG untuk dapatkan informasi cuaca. Kedua, menjaga kondisi tubuh terkait masih berlangsungnya musim kemarau hingga Oktober 2019.

"Karena perbedaan suhu yang sangat terasa di malam dan siang hari dapat ganggu kesehatan," kata dia.

Ketiga, waspada jalan berdebu dan gangguan potensi angin kencang di siang hari pada saat berkendara. Keempat, untuk wilayah perairan waspadai peningkatan tinggi gelombang. Kelima, waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama jika melakukan pembakaran sampah, pembukana lahan tanpa pengawasan.

2 dari 3 halaman

Nikmati Tjangkroean Djoeang di Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan (sumber: iStockphoto)

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disparbud) Kota Surabaya, Jawa Timur menggelar acara bertajuk "Tjangkroean Djoeang". Perhelatan tersebut diselenggarakan di area parkir kompleks Monumen Tugu Pahlawan yang berlangsung mulai 31 Agustus 2019.

Cangkrungan digelar di sisi barat Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Adapun mengutip journal Universitas Airlangga, cangkrukan mulai populer ketika masyarakat berinteraksi dan berusaha berkumpul dengan anggota masyarakat yang lain sehingga tiap individunya merasa nyaman untuk membicarakan segala sesuatu.

Dilansir dari instagram @surabayasparkling, Cangkrungan ini dilangsungkan pada Sabtu mulai pukul 18.00-23.00 WIB dan Minggu mulai pukul 18.00-22.00 WIB.

Di sini, pengunjung dapat menikmati aneka sajian makanan dan minuman tradisional khas Surabaya, Jawa Timur. Sambil berwisata kuliner, pengunjung dapat menyaksikan obyek koleksi pendukung lainnya seperti relief, dan patung di komplek Tugu Pahlawan.

Untuk tiap malam Sabtu, para tamu akan diajak nonton bareng film-film yang terkait dengan perjuangan. Penetapan nonton genre film tersebut semakin memperkuat julukan kota itu sendiri sebagai Kota Pahlawan yang penuh dengan perjuangan.

Selain itu, pengunjung juga akan merasakan sajian atau live musik dari para musisi jalanan kota ini. Selama memberikan penampilannya, musisi jalanan akan mengenakan kostum yang terkait dengan perjuangan, atau bisa juga memakai baju tradisional daerah setempat.

Ditambah dengan nuansa musiknya yang ala-ala perjuangan. Jadi, luangkan waktu akhir pekan Anda untuk datang ke Tjangkroean Djoeang. Kapan lagi bisa kulineran sambil nikmati livemusik dari musisi jalanan di Surabaya.

(Wiwin Fitriyani, mahasiswi Universitas Tarumanagara)

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓