BNI Surabaya Dorong Transaksi Nontunai di Kantin Kampus

Oleh Liputan Enam pada 30 Agu 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 30 Agu 2019, 15:00 WIB
Cashless
Perbesar
Cashless (sumber: unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk Kantor Cabang Surabaya menggerakan program digitalisasi kampus melalui konsep pembayaran nontunai.

Dalam program ini, BNI bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag). BNI akan memfasilitasi pembayaran antara mahasiswa dengan 22 kantin di lingkungan setempat agar dapat menerapkan cashless atau tanpa uang tunai.

"Kerja sama ini bertujuan memberikan kemudahan pembayaran di lingkungan kantin dengan konsep digital atau tanpa menggunakan uang tunai, sehingga mempermudah dan mempercepat pembayaran," kata Pemimpin BNI Cabang Surabaya, Bagus Suhandoko di Surabaya, Kamis, 29 Agustus 2019, melansir Antara.

Kerja sama antara BNI Untag adalah kelanjutan dari kerja sama sebelumnya sejak 24 Oktober 2014. Kerja sama itu meliputi layanan Payment Point dan transaksi perbankan Siswa SMATAG, SMPTAG, Mahasiswa S3, dosen dan Tenaga Administrasi Universitas 17 Agustus 1945 di Surabaya.

Selain program digitalisasi kantin di Untag, BNI juga memberi kesempatan masyarakat untuk menjadi mitra BNI yang berfungsi sebagai penyedia dan perpanjangan tangan dalam memberikan layanan perbankan melalui Agen46.

"Agen 46 merupakan mitra BNI, baik perorangan atau badan hukum, yang telah bekerja sama dengan BNI guna menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat, seperti Laku Pandai, Layanan Keuangan Digital (LKD) hingga Layanan e-Payment dalam rangka keuangan inklusif," tutur Bagus.

Dengan ada akses perbankan di Agen46, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat dengan digitalisasi keungan semakin efektif dilakukan.

"Kami akan terus mendorong agar lebih banyak perorangan atau badan hukum yang bergabung dan bekerja sama dengan kami. Harapannya, kegiatan ekonomi masyarakat bisa meningkat dengan digitalisasi keuangan, karena adanya akses perbankan di Agen46 yang lebih mudah, cepat dan dekat," ujar dia.

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

2 dari 3 halaman

Genjot Pertumbuhan Kredit, BNI Kembangkan E-Form BNI Griya

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto saat berkunjung ke kantor cabang BNI. (Dok BNI)
Perbesar
Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto saat berkunjung ke kantor cabang BNI. (Dok BNI)

Sebelumnya, untuk memudahkan nasabah dalam memiliki hunian sekaligus menggenjot pertumbuhan kredit, PT Bank Negara Indonesia (BNI) kembangkan e-Form BNI Griya.

E-form ini memungkinkan nasabah terutama generasi milenial dengan penghasilan terbatas untuk memiliki hunian.

"Kami tahu nasabah terutama milenial itu sibuk, dan mereka generasi digital savvy, sehingga kami hadirkan pengajuan BNI Griya dengan cara yang mudah dan cepat lewat e-form," ungkap Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok Setyawati di Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

Dalam pengembangan e-form, BNI bekerjasama dengan developer terkemuka seperti Ciputra, Sinarmas, Gapura Prima, PP Properti, Adhi Karya, Lippo, WIKA, Perumas, Alam Sutera, Intiland, Modernland, Cowell, Megapolitan, MetLand, Jaya Property, Paramount, Waskita, Bakrie, Sentul City, Bina Karya, Agung Podomoro, Summarecon, Pakuwon, Pondok Indah, Margahayu Land, dan Agung Sedayu.

Sementara, penerimaan e-form sebagai alternatif baru dalam pengajuan KPR ini mendapat respon yang cukup baik. Sejak diresmikan peluncurannya pada Februari 2019 lalu, sudah ada 2.500 debitur yang menggunakan e-form dalam pengajuannya.

Tambok menargetkan, jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 5.000 per bulan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓