Aryn Williams dan Pikal, Optimisme Baru Persebaya Surabaya Paruh Musim Ini

Oleh Liputan Enam pada 31 Agu 2019, 04:00 WIB
Diperbarui 10 Sep 2019, 20:35 WIB
Persebaya Surabaya Shopee Liga 1 2019

Liputan6.com, Jakarta - Persebaya Surabaya menyongsong pertengahan musim Liga 1 dengan persiapan yang matang dan lebih optimistis dengan kedatangan Alfred Riedl sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya.

Hadirnya Wolfgang Pikal sebagai asisten pelatih dan Aryn Williams sebagai tembok lini belakang juga dipercaya mampu meningkatkan performa Persebaya Surabaya.

Siapakah Aryn Williams dan Wolfgang Pikal itu? Liputan6.com merangkum perjalanan karier Aryn Williams dan Wolfgang Pikal ditulis, Sabtu (31/8/2019).

Aryn Williams merupakan pemain berkebangsaan Australia Inggris dan lahir pada 28 Oktober 1993. Aryn sendiri berposisi sebagai gelandang bertahan, namun saat bermain untuk Neroca FC di I-League India, Aryn kerap bermain menjadi bek tengah. Sepanjang kariernya, Aryn sudah menyumbangkan dua gol dan empat assist.

Dilansir dari suarasurabaya.net, kehadiran Aryn sangat dibutuhkan karena banyak pemain bertahan Persebaya yang dipanggil timnas senior untuk mengikuti latihan panjang pra-SEA Games.

Aryn nampaknya belum bisa diturunkan ketika Persebaya menghadapi Bhayangkara FC karena sampai saat ini masih terganjal urusan administrasi.

Sementara itu, Wolfgang Pikal bukan nama asing bagi dunia sepak bola tanah air. Dia adalah asisten pelatih Alfred Riedl  saat menangani timnas Indonesia dan mengantarkannya menjadi runner up AFF 2010 dan 2016. Kehadiran Pikal di Persebaya Surabaya didengungkan atas kemauan Alfred sendiri.

Pikal lahir di Wina, 1 November 1967. Karier Pikal sebagai pesepak bola dimulai ketika ia bermain untuk SR Donaufeld. Naas, setelah menderita cendera patah engkel, Pikal harus pensiun di usia belia.

Namun, setelah beberapa tahun kemudian, Pikal mencoba keberuntungan menjadi pelatih dengan mengantongi beberapa sertifikat kepelatihan internasional seperti UEFA B, lisensi FA, dan KNVB.

Pikal bekerja sama dengan Alfred pertama kali saat menukangi Timnas Indonesia pada ajang AFF 2010 kala itu. Saat ini, Pikal sudah resmi menjadi asisten pelatih Persebaya dan beberapa kali telah melakukan perbincangan dengan caretaker Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro.

 

(Tito Gildas, Mahasiswa Kriminologi Universitas Indonesia)

2 of 4

Persebaya Waspadai Bola Mati Pemain Bhayangkara FC

Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, Gojel Liga 1 2018
Fandri Imbiri (kiri) dan pemain Bhayangkara FC, Dendi Sulistyawan pada laga Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (11/7/2018). Bhayangkara FC bermain imbang 3-3. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Sebelumnya, Persebaya Surabaya akan melakoni laga tandang melawan Bhayangkara FC pada lanjutan Shopee Liga 1, Sabtu (31/8/2019). Persebaya sudah melakukan persiapan apa saja untuk menghadapi juara Liga 1 2017 ini.

Persebaya bertekad meraih poin penuh di laga terakhir putaran pertama nanti. Untuk mencapai itu, Bajul Ijo akan berusaha sekuat mungkin untuk mengantisipasi keunggulan Bhayangkara FC di bola mati.

"Kami akan antisipasi kelebihan mereka (Bhayangkara FC). Spesifiknya, sudah saya sampaikan ke Mifathul Hadi (pelatih kiper Persebaya) untuk menggenjot penjaga gawang dalam situasi set piece," ujar Bejo seperti dikutip situs Persebaya.

Bukan tanpa alasan Bejo mengasah situasi set piece untuk Persebaya. Bhayangkara FC memiliki Anderson Salles dan Flavio Beck yang hebat dalam mengeksekusi tendangan bebas. Mereka masing-masing mendulang lima gol.

"Kami respek kepada lawan. Yang jelas saya sudah informasikan ke tim agar tidak perlu melakukan pelanggaran. Karena Bhayangkara FC punya penendang bebas cukup bagus," katanya.

Bhayangkara FC saat ini sedang dalam tren negatif. Dalam empat pertandingan terakhir, Bhayangkara FC belum juga meraih kemenangan.

Setelah memecat Alfredo Vera, Bhayangkara FC belum memilih pelatih definitif. The Guardian dipimpin oleh pelatih caretaker Yeyen Tumena, setelah mereka memecat pelatih kepala Alfredo Vera.

Yeyen dan Bejo pernah bersama di Persebaya pada 2004. Mereka menjadi bagian tim Green Force saat merebut gelar juara tahun itu.

 

3 of 4

Pamitan

Sementara itu, Amildo Balde pamitan dengan pemain Persebaya. Striker asal Portugal itu dilepas Baju Ijo dan posisinya diganti David da Silva.

Pagi ini 28 Agustus 2019, Balde berpamitan kepada pemain dan ofisial Persebaya. Pemain dengan tinggi 193 cm itu datang ke sesi latihan Persebaya dengan mengenakan setelan warna merah.

"Saya datang pagi ini tidak untuk mengikuti latihan.Tapi, saya mau pamit, bahwa besok dan seterusnya saya tidak lagi di Persebaya. Memang, ini kondisi yang sangat sulit dan berat untuk dikatakan. Tapi, saya tahu, kondisi seperti ini sangat biasa bagi pesepak bola," ujarnya.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓