Risma Beri Bantuan Modal Usaha kepada Warga Eks Lokalisasi Tambak Asri Surabaya

Oleh Dian Kurniawan pada 27 Agu 2019, 21:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyerahkan bantuan kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu dari warga eks lokalisasi Tambak Asri Surabaya.

Bantuan tersebut terdiri dari uang saku bagi anak-anak dan uang modal usaha untuk untuk ibuk-ibu. Selain bantuan dana, pemkot juga memberikan bantuan permakanan dan BPJS kesehatan.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  (Risma) di Lobby Lantai 2, Balai Kota Surabaya, Selasa (27/8/2019). Bantuan itu diserahkan kepada sebanyak 25 anak-anak dan 10 ibu-ibu.

Risma menyampaikan bantuan ini berasal dari Masjid Muhajirin milik Pemkot Surabaya. Dana tersebut dihasilkan dari sumbangan-sumbangan yang terkumpul, baik dari jemaah atau pun warga sekitar.

Sebelumnya bantuan seperti ini sudah beberapa kali diberikan untuk warga eks lokalisasi. "Ini sudah kesekian kalinya, pernah di Dolly, Kremil, dan  Tambak Asri. Sebenarnya kekuatan membantu itu bisa kalau kita bisa mengerahkan dan mengarahkan. Kali ini kita berikan uang saku untuk mereka nominalnya Rp 465 ribu," tutur Risma.

Selain uang saku, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan dana modal usaha senilai Rp 2,5 juta. Dana ini nantinya dapat digunakan untuk membuat usaha para ibu-ibu, sehingga menambah penghasilannya.

"Macam-macam usaha mereka, ada yang warung kopi, atau meracang, ada juga koperasi. Kalau koperasi ini sudah jalan juga," lanjut dia.

Setelah memberikan bantuan, Presiden UCLG Aspac ini juga memberikan motivasi kepada anak-anak untuk bersekolah setinggi mungkin. Pemkot Surabaya sudah berusaha memberikan fasilitas semaksimal mungkin, terutama dalam bidang pendidikan, sehingga ia berharap kepada anak-anak untuk berani bermimpi untuk mengejar cita-citanya itu.

"Bukan tidak mungkin diantara kalian akan menjadi menteri. Coba bayangkan menteri lahir di Tambak Asri, bukan tidak mungkin? Bisa saja!," tegasnya.

Ia terus berharap agar anak-anak dapat fokus belajar untuk meraih cita-citanya, dan mengubah nasib mereka di masa depan. "Angkat derajat kalian, angkat derajat bangsa ini dengan prestasi yang kalian capai," imbuhnya.

Sementara itu, Selvi Andayani salah satu anak yang mendapatkan bantuan itu mengapresiasi Risma dan jajaran Pemkot Surabaya yang telah membantunya. Ia juga mengaku akan terus bermimpi meraih cita-citanya. "Terima kasih Bu Risma, terimakasih banyak," pungkasnya. 

2 of 4

Risma Ingin Kualitas SD dan SMP Meningkat di Surabaya

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) mengharapkan kualitas pendidikan di Surabaya meningkat seiring biaya operasional dan kesejahteraan guru sudah naik. Hal ini terutama setelah  Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) dihitung per rombongan belajar (rombel).

"Kenaikan Bopda diformulasikan melalui pembiayaan operasional per rombel, bukan lagi per siswa. Dengan demikian, diharapkan dapat mencukupi biaya operasional per rombel (per kelas) pada masing-masing sekolah. Semestinya, hal ini juga menambah kualitas belajar-mengajar di kelas," kata Risma di Surabaya, Senin (26/8/2019) seperti melansir Antara.

Dia menuturkan, anggaran Bopda per rombel tersebut sudah masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Surabaya 2019. "PAK ini sudah disahkan oleh dewan, sehingga sebentar lagi bisa dicairkan," ujar dia.

Selain itu, Risma juga memastikan, tambahan di PAK itu dipengaruhi oleh adanya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi guru swasta sebesar Rp 1 juta. TPP ini akan diberikan per bulan kepada guru-guru swasta sebagai bentuk apresiasi dari Pemkot Surabaya.

"TPP ini akan langsung ditransfer ke rekening guru masing-masing, tanpa ada perantara. Ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun, tapi karena masih kurang, akhirnya kami tambahkan dalam PAK," tutur dia.

Oleh karena itu, ia memastikan, sekolah swasta akan mendapatkan beberapa bantuan dari APBD, yaitu bantuan seragam bagi siswa mitra warga, tunjangan fungsional guru sebesar Rp 300 ribu per bulan dan TPP Rp 1 juta per bulan diberikan bagi guru yang belum menerima sertifikasi. "Tiga item itu yang akan didapatkan, selain Bopda," kata dia.

Dia berharap, kualitas pendidikannya juga meningkat seiring biaya operasional dan kesejahteraan yang sudah naik. Salah satu indikatornya adalah nilai-nilainya tambah bagus dan harus mengedepankan kejujuran.

"Ini salah satu indikatornya karena di Surabaya ini sudah menggunakan komputer, sehingga integritas pelaksanaan unas terjamin," kata dia.

Pada kesempatan itu, Risma juga berharap tidak ada lagi tarikan-tarikan yang membebani anak yang tidak mampu. Sebab, kata dia, hal ini akan berimplikasi pada anak-anak putus sekolah. Sedangkan Risma juga tidak ingin ada lagi anak Surabaya yang putus sekolah.

"Nah, kalau kualitasnya ditingkatkan dan tidak ada lagi tarikan-tarikan, maka masyarakat dapat memilih sekolah sendiri tanpa harus mencari-cari. Makanya, mulai sekarang kita sudah waktunya ngomong kualitas," ujar dia.

3 of 4

Pola Penganggaran

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengatakan akan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan yayasan untuk mendiskusikan mekanisme dengan pola penganggaran per rombel.

"Nanti kita siapkan untuk dikumpulkan semuanya," kata Ikhsan.

Di samping itu, Ikhsan juga memastikan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surabaya, pihaknya terus melakukan berbagai pelatihan kepada guru-guru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

"Mereka dilatih bergantian per mata pelajaran, sehingga diharapkan para guru ini semakin berkualitas dalam mengajar anak didiknya," ujar dia.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by