Menelusuri Museum Dr Soetomo hingga Seni Rupa di Surabaya

Oleh Liputan Enam pada 25 Agu 2019, 04:00 WIB
Museum Santet Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, Jawa Timur dikenal sebagai kota yang miliki aneka jenis tempat wisata. Baik itu wisata alam maupun wisata indoornya. Semua itu memiliki penggemarnya masing-masing.

Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur juga terus memfasilitasi tempat-tempat wisata yang ada di wilayahnya. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) bersama jajarannya kini sedang menyiapkan destinasi wisata baru yaitu museum olahraga. Hadirnya museum olahraga tersebut akan menambah deretan museum yang sudah ada di Kota Pahlawan.

Mumpung akhir pekan, mungkin menjelajahi museum dapat menjadi pilihan Anda. Ingin tahu museum apa saja yang bisa jadi pertimbangan untuk dijelajahi? Liputan6.com mengutip dari surabaya.go.id dan berbagai sumber lainnya mengenai museum-museum di Surabaya:

1. Museum Dr. Soetomo

Museum ini merupakan museum khusus yang menampilkan riwayat hidup dan kisah Dr. Soetomo semasa hidupnya. Ia adalah tokoh pendiri sekaligus penggerak organisasi Boedi Oetomo. Museum Dr. Soetomo diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada November 2017.

Museum tersebut berada di kompleks Pendopo Gedung Nasional Indonesia (GNI), tepatnya di Jalan Bubutan No.85-87, Surabaya, Jawa Timur. Museum Dr. Soetomo memiliki 328 koleksi yang berupa alat-alat kesehatan dan juga foto-foto. Selain itu, di sana juga terdapat makam Dr. Soetomo. Museum ini buka Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB, dan Sabtu-Minggu pukul 07.00-15.00 WIB. Untuk masuk ke museum ini pun Anda tidak perlu membayar alias gratis.

2. TNI AL Loka Jala Crana

Museum tersebut beberapa kali mengalami pergantian nama, hingga pada 6 Oktober 1979 namanya menjadi Loka Jala Crana. Sesuai dengan namanya, museum ini mempunyai koleksi benda bersejarah yang pernah dipergunakan oleh TNI Angakatan Laut semasa revolusi fisik.

Koleksinya antara lain replika kapal, pesawat, kendaraan tempur, kendaraan pasukan, pistol kuno berbentuk laras panjang, amunisi, kaporlap, tanda jasa dan kehormatan, lambang-lambang dan bendera, dan koleksi dokumen.

Selain itu, di komplek museum ini terdapat Gedung Planetarium, yaitu untuk melihat dan mengetahui gambaran tata surya. Terdapat pula beberapa monumen, yaitu Monumen Pahlawan Usman-Harun, dan Monumen Pendidikan Prawira. Museum TNI AL Loka Jala Crana berlokasi di Monokrembangan, Surabaya, Jawa Timur.

3. Museum Kesehatan

Museum ini berkaitan dengan dunia kesehatan, namun yang dipamerkan tidak selalu berhubungan dengan teknologi kesehatan modern. Di Museum Kesehatan dipamerkan alat dan tradisi pengobatan yang dilakukan orang zaman dulu.

Ratusan benda koleksi itu dipajang di sasana sesuai dengan kategorinya, misalnya di sasana Kespro. Sasana tersebut memperlihatkan berbagai peralatan yang terkait kesehatan reproduksi, salah satunya ada wadah berbagai bentuk dan bahan untuk menyimpan ari-ari.

Bagian yang unik adalah di sasana kesehatan budaya, di sini terlihat upaya kesehatan berdasar kepercayaan atau supranatural dan dunia gaib. Pengobatan berbau mistik menemukan penjelasan ilmiahnya di sini. Selain itu, ada sasana fauna, di sini diperlihatkan banyaknya binatang yang memiliki kandungan pengobatan. Museum tersebut berada di Jalan Indrapura No.17, Surabaya, Jawa Timur.

 

2 of 3

Selanjutnya

4. Museum Nahdlatul Ulama (NU)

Bangunan berbentuk bundar seluas 1000 meter persegi ini berdiri di atas tanah seluas 3.000 meter persegi. Bangunan tersebut menjadi penting dan memiliki manfaat bagi masyarakat khususnya warga nahdliyin.

Di dalam museum ini, pengunjung dapat melihat benda-benda bersejarah yang pernah dipakai para kyai dan para pejuang nahdliyin pada masa perjuangan pergerakan nasional dan pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Selain itu, terdapat pula koleksi dokumen bersejarah pendirian jam’iyah NU, kitab-kitab kuno yang ditulis oleh para kyai, dan juga alat-alat kesenian yang digunakan warga NU dalam berbagai acara religius. Selanjutnya, akan dipamerkan pula produk-produk perdagangan yang dihasilkan oleh warga nahdliyin yang sengaja untuk dijual kepada pengunjung yang berminat. 

5. Museum Seni Rupa

Museum tersebut dibangun oleh pelukis senior yang bernama Rudi Isbandi. Pria berusia 73 tahun itu memang sudah lama memiliki impian untuk membangun sebuah museum seni rupa. Museum Seni Rupa itu dibangun di rumahnya yang berada di kawasan Karang Wismo Surabaya.

Museum ini merupakan museum seni rupa pertama yang ada di Surabaya. Pada awal pembukaannya, museum tersebut memamerkan lebih dari 150 lukisan karya Rudi. Salah satu lukisan dia 'Pengadilan Soeharto' pun pernah ditawar dengan harga Rp 1,5 miliar. Akan tetapi, ia tidak pernah melepaskannya.

Kelima museum di atas hanya sebagian kecil dari berbagai museum yang dimiliki oleh Surabaya. Kapan lagi bisa jalan-jalan sambil mengingat kisah dari masa-masa yang sebelumnya.

(Wiwin Fitriyani, mahasiswi Universitas Tarumanagara)

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓