Permainan Tradisional Kitiran di Universitas Negeri Surabaya Meriahkan HUT ke-74 RI

pada 17 Agu 2019, 17:30 WIB
Diperbarui 29 Nov 2019, 11:43 WIB
Ilustrasi bendera Indonesia

Surabaya - Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Nurhasan bersama jajarannya, dan ribuan mahasiswa memainkan permainan tradisional kitiran untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)/HUT ke-74 RI. Kegiatan tersebut diadakan di Pelataran Rektorat Unesa pada Sabtu, (17/8/2019).

Permainan tradisional itu berbentuk baling-baling yang bisa mengeluarkan bunyi unik ini dimainkan usai menggelar upacara HUT ke-74 RI.

"Permainan tradisional punya filosofi di dalamnya. Jadi filosofi itulah yang menjadi bekal kepada mahasiswa baru (maba-red). Untuk bermain, kerja sama, kemudian ada semua di (revolusi industri-red), 4.0 kerja sama kolaborasi, inovasi, kreativitas mahasiswa, strategi bahkan luar biasa keberaniannya," tutur Nurhasan, seperti dilansir suarasurabaya.net, Sabtu pekan ini.

Suasana menjadi riuh karena permainan tradisional tersebut. Jajaran rektorat juga memakai baju adat suku-suku yang ada di Indonesia, mulai dari bajua dat, Jawa, Madura hingga Padang.

"Saya mewajibkan kepada pimpinan, tokoh, baik itu adat, pahlawan, agar maba atau civitas akademika ingat jasa para pahlawan yang berdarah-darah, memperjuangkan kemerdekaan. Harusnya mengisi dan mengingatkan untuk berani berinovasi untuk Indonesia maju," ujar dia.

Selain itu, dalam acara peringatan HUT ke-74 RI itu juga membentangkan bendera raksasa di gedung rektorat Unesa. Bendera raksasa ini dibentangkan oleh tiga mahasiswi dari UKM Mapala Unesa.

2 of 3

Universitas Negeri Surabaya Wajibkan Mahasiswa Ikut Mata Kuliah Olahraga

Unesa kawinkan gelar Rektor Unesa Handball Championship 2016 di GOR Futsal Internasional Unesa. (Bola.com/Fahrizal Arnas)
Unesa kawinkan gelar Rektor Unesa Handball Championship 2016 di GOR Futsal Internasional Unesa. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Sebelumnya, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mewajibkan mahasiswa baru angkutan 2019 untuk ikuti mata kuliah olahraga. Kewajiban ikut mata kuliah olahraga ini dinilai baru bagi kampus di Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Rektor 1 Unesa, Bambang Yulianto menuturkan, mata kuliah resmi bernama pendidikan jasmani dan kebugaran ini bertujuan agar mahasiswa memiliki landasan pendidikan karakter, memiliki keterampilan gerak, dan keterampilan pengelolaan diri.

Ia menuturkan, olahraga mampu menjadi medium mendorong karakter luhur, seperti cinta damai, toleransi, sportivitas, jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan percaya diri.

"Disamping itu, juga ada landasan mengembangkan keterampilan gerak. Anak-anak sekarang itu diharapkan punya kepedulian terhadap gerak. Teknologi yang berkembang saat ini, memberi peluang anak-anak mengabaikan gerak. Main game segala macam, diharapkan timbullah kesadaran ini. Yang ketiga, memberikan keterampilan pengelolaan diri. Artinya dengan mata kuliah ini, muncul kesadaran berpola hidup sehat dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kebugaran,” tutur Bambang, seperti dilansir suarasurabaya.net, Jumat, 16 Agustus 2019.

Ia menuturkan, mata kuliah ini akan ada di semester pertama dan kedua tergantung prodi yang diambil mahasiswa.

Hal ini karena mata kuliah tersebut membutuhkan sumber daya besar, sehingga akan ada sistem rolling. Ini artinya tidak semua prodi bisa mengambil mata kuliah ini di semester pertama di Unesa.

"Kita akan bagi bergiliran, semester tertentu, semester berikutnya ketintang, begitu. Bisa diatur. Yang pasti berbeda. Harapannya akan muncul kesadaran itu, bahwa kebugaran itu bagian penting," tutur dia.

Bambang menuturkan, ada mata kuliah olahraga di kampus bukan hal baru. ITB dan UPI telah mewajibkan mata kuliah ini. Akan tetapi, ia mengakui hal ini baru bagi kampus di Surabaya, Jawa Timur.

"Mudah-mudahan yang lain bisa mengikuti juga kalau ini dianggap baik," kata dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by