Uniknya Rujak Cingur Genteng, Makanan Legendaris di Surabaya

Oleh Liputan6.com pada 16 Agu 2019, 04:00 WIB
Diperbarui 16 Agu 2019, 04:00 WIB
rujak cingur
Perbesar
Rujak cingur (Foto:Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Berburu kuliner di Surabaya, Jawa Timur memang tak ada habisnya. Bila sedang berkunjung ke Kota Pahlawan ini, jangan sampai terlewat untuk mencicipi setiap makanan khas.

Salah satu masakan lokal yang patut dicoba adalah rujak cingur. Di Surabaya, terdapat warung rujak cingur yang legendaris yaitu Rujak Cingur Genteng Durasim.

Rujak Cingur Genteng Durasim,  adalah salah satu kuliner yang tak lekang waktu di Surabaya. Bagaimana tidak, warung yang terletak di Jalan Genteng Surabaya ini sudah berdiri sejak 1943. Resep rujak cingur yang terus turun temurun membuat warung rujak cingur ini dapat bertahan hingga sekarang.

Seperti rujak cingur pada umumnya, rujak cingur di sini memakai paduan kacang, petis atau olahan udang ebi, dan bumbu yang sudah menjadi warisan dari pendahulunya. Selain itu, dengan daging cingur dari moncong sapi yang sudah diracik dan direbus, membuat rasa semakin lezat dan daging menjadi sedikit kenyal. 

Selain itu, rujak cingur di sini juga dipadukan dengan lontong dan beberapa sayuran seperti tauge, kangkung, dan kacang rebus. Juga terdapat potongan buah pepaya, nanas, mentimun dan buah lainnya. Uniknya, cobek yang digunakan untuk mengulek bumbu tetap sama seperti yang digunakan saat kurang lebih 70 tahun lalu. 

Tak perlu diragukan lagi apabila warung rujak cingur ini tak pernah sepi dari pengunjung. Pelanggan yang datang tak hanya dari Surabaya saja, melainkan wisatawan asing juga menyempatkan waktu untuk mencoba rujak cingur legendaris ini.

"Ke Surabaya, Indonesia harus mampir, karena rujak cingur hebat rasanya sedap," ujar Warga Prancis Penikmat Rujak Gare De Schedren, seperti dikutip dari program Fokus, Jumat (15/8/2019).

Harga rujak cingur di warung ini juga berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu. Sudah penasaran dengan cita rasa kuliner lokal satu ini? Yuk atur jadwal liburan ke Surabaya!

(Kezia Priscilla, mahasiswi UMN)

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓