Gubernur Khofifah: Jika Plastik Berganti Besek, Bakal Jadi Peluang UKM

pada 12 Agu 2019, 10:24 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pengadaan besek sebagai pengganti kantong plastik untuk bungkus hewan kurban saat Idul Adha jadi peluang usaha kecil menengah (UKM). Selain itu juga sebagai proses konversi penggunaan plastik ke besek.

Khofifah menuturkan, pihaknya sempat kesulitan mencari besek dalam jumlah banyak untuk masjid di kampungnya.

"Ini saja, tiga ribu (kebutuhan besek Masjid Al Akbar-red) tidak bisa satu. Kemarin ketemu, Pak Kapolda tidak bisa menemukan besek sesuai yang dibutuhkan. Saya juga lagi cari untuk masjid di kampung, ternyata juga tidak bisa dapat banyak," ujar Khofifah, seperti dilansir suarasurabaya.net, ditulis Senin (12/8/2019).

Ia menuturkan, penggantian plastik dengan besek bisa menggerakkan UKM pada 2020. Dengan begitu diharapkan para perajin bisa memproduksi dalam jumlah banyak.

"Kalau masing-masing kemudian akan mengkonversi dari plastik ke besek, mereka (para perajin-red) siap-siap memproduksi dalam jumlah besar. Artinya, ini akan menggerakkan sektor UMKM kita,” tutur Khofifah.

Khofifah menilai, meski terkesan sulit, yang terpenting adalah upaya terus-menerus dalam mengurangi plastik. Dengan begitu, upaya tersebut menjadi tradisi.

Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, juga mengakui sulit mencari produsen besek yang dapat menyediakan wadah dari anyaman dalam jumlah besar.

Masjid ini membutuhkan 3.000 besek untuk mengemas daging kurban yang dibagikan. Setelah mencari, 2.000 besek didapatkan dari perajin asal Tulungagung dan sisa dari bantuan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.

"Dua ribu besek didapat dari Bapak Harsono dari Desa Sepaten, Kecamatan Paket, Kabupaten Tulungagung. Seribu besek dari Dinas Kehutanan Provinsi Jatim. Daun jadi berasal dari pemilik kebun Bapak Dian Prasetyo, Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro,” kata Helmy.

2 of 3

Program Ramah Lingkungan Masjid Al Akbar Surabaya Saat Iduladha

Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (Sumber: simas.kemenag.go.id)

Sebelumnya, Takmir Masjid Al Akbar Surabaya menerapkan program ramah lingkungan dalam perayaan Idul Adha 1440 Hijriah. Salah satunya menggunakan besek dan daun jati untuk mengemas potongan daging yang akan dibagikan kepada yang berhak usai penyembelihan hewan kurban.

Besek, tempat yang terbuat dari anyaman bambu, memiliki tutup dan berbentuk segi empat. Kepala Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M.Noor, menuturkan hal itu sebagai wujud ramah lingkungan.

Masjid Al Akbar juga mengolah kotoran hewan menjadi kompos. Jeroan dicuci dan dimasak setengah matang serta memastikan tidak ada limbah dibuang ke selokan dan sungai.

"Kami juga menerapkan konsep kurban yang syar'i dan higienis berdasarkan supervisi Dinas Peternakan Jawa Timur dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga,” ujar dia seperti dilansir Antara, Minggu, 11 Agustus 2019.

Saat Salat Idul Adha, ada sekitar lebih dari 50 ribu jemaah yang mengikuti. Jemaah tersebut termasuk Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan istri Arumi Baschin, beserta sejumlah pejabat Forkopinda setempat.

Yang bertindak sebagai imam yaitu KH Ahmad Muzakky Alhafidz yang sehari-hari bekerja sebagai imam besar masjid Al Akbar. Sedangkan khatib yaitu Masykuri Bakri yang merupakan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma).

Khofifah Indar Parawansa pun menyerahkan sapi kurban milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke takmis Masjid Al Akbar, termasu sapi kurban milik gubernur. "Semoga selalu berkah dan diridai Allah SWT,” ujar dia.

Masjid Al Akbar Surabaya pada Idul Adha 2019 menerima 30 ekor sapi, 98 ekor kambing dan menyediakan 3.000 kemasan besek untuk potongan daging.

Panitia pun langsung memberikan daging kurban kepada warga dengan melibatkan RT dan RW di wilayah Kelurahan Pagesangan dan Kelurahan Gayungan. "Dengan demikian tidak ada pembagian daging di Masjid Al Akbar,” tutur dia.

Pada Idul Adha kali ini, Jokowi berkurban seekor sapi seberat 1 ton 80 kilogram jenis peranakan Ongole berusia empat tahun, tinggi 160 sentimeter, panjang 176 sentimeter, dan lingkar dada 226 sentimeter.

Gubernur Khofifah berkurban sapi jenis Peranakan Ongole, usianya empat tahun dan memiliki berat 1 ton. Wagub Jatim Emil Dardak berkurban sapi sebesar 950 kilogram dengan jenis dan usia sama dengan sapi kurban milik gubernur.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓