Koperasi Syariah di Jawa Timur Melonjak

Oleh Liputan Enam pada 11 Agu 2019, 20:00 WIB
ilustrasi-koperasi

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah koperasi syariah di Jawa Timur dalam kurun beberapa tahun terakhir tumbuh signifikan. Jumlah koperasi syariah yang tersebar di Jawa Timur saat ini mencapai 2.308 koperasi, atau naik signifikan dibanding 2006 yang hanya sekitar 600 koperasi.

Ketua Forum Ekonomi Syariah, Ali Hamdan mengatakan dari total angka tersebut ke semuanya sudah berbadan hukum. Pada 2016 semua koperasi syariah mendapat program Rp25 juta yang mayoritas uangnya digunakan untuk pendirian badan hukum.

"Bentuk koperasi syariah di Jawa Timur bermacam-macam. Ada yang bernama koperasi wanita syariah, koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah, dan masih banyak lagi," kata dia, dilansir Antara.

Selain itu, Ali mengakui banyak koperasi-koperasi besar di Jawa Timur yang kini telah berhasil dikonversi menjadi syariah, seperti koperasi warga Semen Gresik, koperasi Pelindo III, dan koperasi PLN Sidoarjo.

"Sekarang semua koperasi itu sudah bertransformasi ke syariah. Yang otomatis membantu meningkatkan total aset koperasi di JawaTimur," katanya.

Ia berharap koperasi syariah bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat dan memfasilitasi pelaku UMKM untuk melakukan pembiayaan sistem syariah.

"Tentunya lewat koperasi syariah kami berharap mampu mencapai akselerasi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Islam, baik di sisi sektor keuangan maupun riil," katanya.

Terkait prinsip koperasi syariah, Ali menjelaskan perbedaan utamanya dengan koperasi konvensional terletak pada model transaksi atau akadnya.

"Kalau di konvensional hanya ada produk tunggal yaitu simpan pinjam. Sedangkan di syariah cukup beragam, selain simpan pinjam berbasis Islam, juga ada program peningkatan modal usaha, sewa dan lain-lain, ditambah lagi adanya dewan pengawas untuk mengawal kesyariahan sebuah koperasi," katanya.

Ali mengatkan pihaknya terus mendorong pertumbuhan koperasi syariah di Jawa Timur, dengan rutin melakukan edukasi lewat berbagai pelatihan di masing-masing kabupaten/kota.

"Kami juga agresif membantu mencarikan akses permodalan. Sebab sampai saat ini kendalanya masih minim lembaga pembiayaan yang tertarik untuk memodali koperasi syariah," kata dia.

2 of 3

Kunjungan Turis ke Jawa Timur

(Foto: Instagram @surabayasparkling)
Kapal pesiar Genting Dream (Foto:instagram@surabayasparkling)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jatim melalui pintu masuk Bandara Juanda naik sebesar 58,46 persen pada Juni 2019 dibandingkan Mei 2019.

Peningkatan ini didorong selepas Lebaran pada Juni 2019 yang mempengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur. Hal ini bersamaan dengan musim liburan. Dibandingkan bulan yang sama pada 2018, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Timur turun 18,05 persen dari 27.329 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara naik menjadi 23.150 kunjungan pada Juni 2019 dari periode Mei 2019 sebesar 14.609 kunjungan.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2019 turun sebesar 15,29 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 27.329 kunjungan. Demikian mengutip dari laman BPS Jatim, Rabu, 7 Agustus 2019.

Pola kedatangan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur pada Januari hingga Juni dalam dua tahun terakhir, pada 2019, kondisinya masih lebih rendah dibandingkan 2018.

Pada 2019, polanya dari Januari hingga Juni cenderung meningkat, walaupun di April dan Mei cenderung turun, mirip pola 2018. Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait agar jumlah wisatawan di periode mendatang meningkat.

10 negara asal wisatawan mancanegara terbanyak yang mendominasi kunjungan ke Jawa Timur pada Juni 2019 yaitu Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat, Thailand, Jepang, Korea Selatan, India dan Jerman.

Wisatawan mancanegara dari10 negara utama tersebut mencakup 52,82 persen dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur pada Juni 2019. Dari 10 negara itu, wisatawan mancanegara berkebangsaan Malaysia menempat posisi tertinggi yaitu kontribusi sebesar 22,17 persen, diikuti Singapura di posisi kedua dan Tiongkok posisi  ketiga berturut-turut mencapai 9,27 persen dan 7,21 persen.

Dibandingkan Mei 2019, kunjungan wisma dari 10 negara utama pada Juni 2019 naik menjadi 12.228 kunjungan dari sebelumnya 10,667 kunjungan. Wisman dari Thailand mengalami kenaikan tertinggi selama Juni, naik 54,19 persen, sebaliknya wisman dari India turun tertinggi dibandingkan Mei yaitu turun sebesar 25,87 persen.

Sepanjang Januari-Juni 2019, jumlah wisman turun 24,62 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebelumnya, yaitu dari 145.599 kunjungan menjadi 109.759 kunjungan. Sementara itu, wisman dari 10 negara utama selama periode itu justru naik sebesar 6,42 persen dari 68.792 kunjungan menjadi 73.206 kunjungan.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓