Intip Perusahaan Asal Surabaya yang Catatkan Saham di Pasar Modal Indonesia

Oleh Agustina Melani pada 15 Jul 2019, 08:00 WIB
Pembukaan-Saham

Liputan6.com, Jakarta - 652 perusahaan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 12 Juli 2019. Perusahaan-perusahaan tersebut pun beragam usaha industrinya, termasuk asal daerahnya. Dari 652 perusahaan, diperkirakan baru 27 perusahaan asal Jawa Timur yang mencatatkan saham di pasar modal Indonesia.

Dari perusahaan asal Jawa Timur itu juga ada yang berasal dari Surabaya. Liputan6.com pun merangkum sejumlah perusahaan yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur yang dikutip dari data idx.co.id dan laman perusahaan, seperti ditulis Senin (15/7/2019):

1.PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)

Emiten bergerak di sektor perdagangan kayu yang baru mencatatkan saham di pasar modal Indonesia. Perseroan mencatatkan saham sebanyak 665 juta saham termasuk saham pendiri 515 juta saham pada 4 Juli 2019.  Perseroan merupakan emiten ke-20 yang melantai di BEI pada 2019.

Perseroan menawarkan 150 juta saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Sedangkan harga penawaran sebesar Rp 150 per saham. PT Darmi Bersaudara Tbk merupakan perusahaan kecil dan menengah dengan unit usaha kayu dengan produk utama kayu olahan.

2 of 4

Gunawan Dianjaya Steel

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

2. PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST)

Perusahaan berkantor pusat di Surabaya ini bergerak di usaha logam dan produknya. Emiten didirikan pada 1989 ini mencatatkan saham di BEI pada 23 Desember 2009.Sebelumnya perseroan menawarkan saham perdana 1 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga saham penawarannya Rp 100 per saham. Pangsa pasar produk perseroan mulai dari pasar domestik hingga Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika dan Australia.

Pada September 2018, perseroan mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk merger dengan PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) yang juga asal Surabaya. Penggabungan ini untuk sinergi antar kedua perusahaan sehingga fokus kepada kinerja perseroan.

3. PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP)

Produsen ice cream ini mencatatkan saham di papan pengembangan BEI pada 19 Desember 2017. Perseroan mencatatkan saham dengan kode perdagangan CAMP. Dana hasil penawaran saham perdana digunakan untuk pelunasan utang pokok dan meningkatkan modal kerja.

Perseroan didirikan pada 22 Juli 1972 dengan nama CV Pranoto. Usaha perseroan pun makin berkembang dan menjadi produsen nomor dua terbesar di Indonesia.

3 of 4

Wismilak Inti Makmur

Tiupan Terompet Warnai Penutupan IHSG 2018
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

4. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)

Perusahaan ini merupakan salah satu produsen rokok di Indonesia yang mencatatkan saham di pasar modal Indonesia pada 18 Desember 2012. Perseroan berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. Produsen rokok ini berdiri pada 12 September 1962 di Surabaya. Perusahaan berkode emiten WIIM ini merupakan perusahaan induk dari PT Gelora Djaja (produsen) dan PT Gawih Jaya (distributor).

Pada akhir 2018 memiliki lima fasilitas produksi antara lain empat sentra logistik regional, 19 area distribusi, dua stock point dan 30 agen yang tersebar di seluruh pulau besar di Indonesia.

5. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Perusahaan properti ini berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. Sebelumnya perseroan yang berdiri pada 1982 ini mencatatkan saham di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 1989. Perseroan memiliki fokus lokasi di Jakarta dan Surabaya. Perseroan memiliki portofolio di berbagai sektor antara lain ritel, perumahan, komersial dan perhotelan.

Adapun perseroan mengawali proyeknya dengan membuat pusat perbelanjaan modern pertama di Surabaya yang beroperasi sejak 1986. Kemudian mengembangkan superblock Tunjungan City dan kota mandiri Pakuwon City. Kemudian pada 2007 melebarkan sayap di Jakarta dengan pengembangan proyek superblock Gandaria City.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓