Drama Tragis Korban Corona dan Perlakuan Diskriminatif

Anri Syaiful 09 Apr 2020 23:50 WIB

Jumlah orang positif terpapar Corona Virus Disease atau Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Terutama sejak terkonfirmasi 2 pasien positif terinfeksi Covid-19 dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, 2 Maret 2020.

Hanya dalam hitungan tak sampai 6 pekan, jumlah terinfeksi mencapai 3.293 orang pada Kamis 9 April 2020.

Jumlah kematian pun mencapai 280 orang, sedangkan pasien sembuh tercatat di angka 252.

Ternyata di balik angka-angka tersebut ada banyak kisah haru, bahkan tragis.

Mulai dari pejabat terpapar hingga eselon tinggi negara wafat karena diduga terinfeksi virus corona jenis baru.

Bahkan, sebanyak 25 dokter mengembuskan napas terakhir diduga terpapar dari pasien corona Covid-19.

Tak hanya tragis, sebagian pasien dan keluarga korban corona serta tim medis bahkan mendapat perlakuan diskriminatif.

Mulai dari pengucilan, pengusiran dari tempat kos atau kontrakan, hingga penolakan pemakaman korban corona.

Pemerintah tak tinggal diam. Sosialiasi mengenai virus corona Covid-19 digencarkan. Tokoh agama dan pemuka dilibatkan.

Tim medis penanganan Covid-19 ditempatkan di hotel. Selain itu, lokasi pemakaman khusus disiapkan.