Jadi Komisaris Utama Pertamina, Tugas Besar Menanti Ahok

Anri Syaiful 14 Des 2019, 07:54 WIB

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina pada Senin 25 November 2019.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Ahok akan bertugas membenahi internal Pertamina.

Di antaranya, menekan defisit transaksi berjalan.

Menurut Pramono, sudah saatnya internal Pertamina dibenahi total.

Bila tidak, impor minyak semakin besar, sehingga berkontribusi meningkatkan defisit transaksi berjalan.

Menteri BUMN Erick Thohir pun membeberkan pekerjaan rumah yang harus dibenahi Ahok.

Salah satu tugas Ahok di perusahaan pelat merah itu adalah mengurangi impor minyak dan gas (migas).

Selain itu, menurut Erick, Ahok adalah sosok pendobrak untuk memenuhi target pembangunan kilang minyak.

Menurut Erick, hal itu merupakan tugas berat sehingga dibutuhkan teamwork yang bukan hanya direktur utama saja.