Sutradara Anime Legendaris, Hayao Miyazaki Akhirnya Pensiun

Oleh Rully Riantrisnanto pada 02 Sep 2013, 20:30 WIB
Diperbarui 02 Sep 2013, 20:30 WIB
miyazaki-130902c.jpg
Perbesar
Sosok Hayao Miyazaki sebagai salah satu sutradara anime layar lebar paling terkenal di Jepang dan dunia, bakal mendekati akhir kariernya dalam waktu dekat. Sang pendiri Studio Ghibli itu, dikabarkan hendak mengakhiri masa jayanya di dunia animasi Jepang.

Dilansir dari Sanspo melalui Tokyo Hive (2/9/2013), 'The Wind Rises' ('Kaze Tachinu') akan menjadi karya terakhir Hayao Miyazaki. Tentunya, kabar ini menjadi salah satu hal yang cukup menyedihkan bagi penggemar film-film Studio Ghibli.

Pengumumannya sendiri diluncurkan oleh Koji Hoshino selaku presiden Studio Ghibli saat menghadiri konferensi pers di Venice Film Festival sembari menayangkan The Wind Rises.

"Sutradara Miyazaki sudah memutuskan masa pensiunnya, membuat 'Kaze Tachinu' sebagai film terakhirnya," cetus Koji Hoshino saat diberi kesempatan untuk berbicara di depan para pers.

Akan tetapi, belum ada detail khusus mengenai pensiunnya Hayao Miyazaki yang sudah diungkapkan. Namun begitu, sang sutradara akan melangsungkan konferensi persnya sendiri pada 6 September 2013 di Tokyo sebagai penjelasan lebih lanjut.

'Lupin the Third: The Castle of Cagliostro' (1979) dan 'Nausicaa of the Valley of the Wind' (1984) adalah dua anime yang pernah disutradarainya sebelum Studio Ghibli terbentuk. 'Castle in the Sky' (1986) menjadi arahan pertama Hayao Miyazaki setelah membentuk Studio Ghibli.

Anime-anime karya Hayao Miyazaki kebanyakan dibuat dalam format layar lebar. Akan tetapi, justru melalui beberapa judul seperti 'My Neighbor Totoro', 'Princess Mononoke', 'Spirited Away', dan 'Howl's Moving Castle', nama Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli langsung dikenal di kancah internasional.(Rul)