Band Pindad Rockstar Berisi 4 Musikus Rock Indonesia Termasuk Ovy /rif dan Eks Jamrud, Lahirkan Single Perdana Hari Esok

Oleh Ruly Riantrisnanto pada 27 Jun 2022, 17:30 WIB
Diperbarui 27 Jun 2022, 17:30 WIB
Grup band Pindad Rockstar alias PRS yang terdiri dari Heydi Ibrahim Power Slaves, Ovy /rif, Gan Gan Sahara, dan Herman Husin ex Jamrud. (IST)
Perbesar
Para personel Pindad Rockstar berasal dari berbagai grup band rock populer Tanah Air yang pernah merasakan angka penjualan kaset dalam jumlah fantastis di eranya. (IST)

Liputan6.com, Jakarta Empat orang musikus Indonesia yang sudah bisa dianggap legendaris, membangun grup band Pindad Rockstar atau yang sering disingkat dengan nama PRS. Grup ini dibuat untuk mendedikasikan diri mereka masing-masing terhadap eksistensi musik rock di Tanah Air.

Para personel Pindad Rockstar berasal dari berbagai grup band rock populer Tanah Air yang pernah merasakan angka penjualan kaset dalam jumlah fantastis di eranya. Mereka adalah Heydi Ibrahim Power Slaves, Ovy /rif, Gan Gan Sahara, dan Herman Husin ex Jamrud. Selain mereka berempat, PRS juga diperkuat oleh Roni LOG sebagai pemain bass.

Membuktikan keseriusan dalam berkarya di jalur musik rock, PRS merilis single perdananya yang berjudul "Hari Esok". Single pertama PRS ini telah dirilis pada Sabtu, 11 Juni 2022 lalu di berbagai platform musik digital.

Tujuan PRS dibentuk lantaran ingin memberikan motivasi dan energi positif bagi masyarakat. Sebagai anak bangsa, mereka merasa berkewajiban untuk memberikan contoh dan menjembatani para generasi muda lewat lagu agar terus termotivasi dalam berkarya di bidangnya masing masing.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Awal Terbentuk

[Fimela] Ovy Rif
Perbesar
Ovy Rif (Daniel Kampua/Fimela.com)

Seperti dijelaskan penabuh drum PRS, Herman Husin, saat diwawancarai wartawan melalui WhatsApp pada Sabtu (11/6/2022), terbentuknya PRS awalnya karena mereka dipertemukan dalam label musik 21HOM Records di Bandung.

Mereka didelegasikan sebagai divisi-divisi. Herman Husin di divisi Konten dan Promo, Ovy di divisi Animasi, Gan Gan di divisi Produksi Musik, dan Heydi Ibrahim di Divisi Ilustrasi Gambar.

Mereka bekerja mengurus talent-talent baru, juga gagasan lain di bidang musik dan creative. Karena keseharian mereka dalam satu kantor, maka muncullah ide kreatif untuk membuat karya bersama dalam bentuk lagu. Mereka pun tidak saling membatasi kreativitas, berkarya dengan ciri khas masing-masing.

“Secara keseluruhan, kami memainkan konsep rock yang easy listening ala kami, dengan tujuan supaya masyarakat luas bisa mencerna dan mengikutinya dengan mudah. Mulai lirik, musik, kami olah se-familiar mungkin. Sehingga para penikmat musik bisa menyimak isi lirik dan tujuan lagu-lagu kami dengan ringan tanpa beban dan enjoy pastinya. Semoga berkenan,” kata Herman Husin.

 


Makna Lagu

Herman eks Jamrud
Perbesar
Herman Eks Jamrud

Vokalis PRS Heydi Ibrahim yang menulis lirik lagu "Hari Esok," pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa lagu yang baik itu ketika syairnya dekat dan dialami langsung oleh si penulisnya. Bukan karena kehebatan penulisnya, namun karena kejelian si penulis dalam meniti pengalaman batin ketika mengalami syair itu sendiri.

Adapun mengapa lirik itu ada pada lagu PRS, pertanyaannya sesederhana bisakah kita memprediksi siapa dan seperti apa anak kita yang akan lahir dari cinta kita kepada pasangan kita. Semua mengalir begitu saja, karena adanya rasa yang terbina dengan baik, Sebagaimana para personel PRS membidani karya mereka seperti anak sendiri.

Menurut Heydi Ibrahim, jika ketulusan dalam berkarya sudah didapatkan, target atau sasaran tembak tak perlu dipikirkan lagi. Terlebih, didukung dengan syair dari pengalaman sendiri usai pandemi serta jatuh bangun masyarakat Indonesia yang mengalami masing-masing. Selagi syair itu bermuatan motivasi hidup, ia pikir tak perlu lagi target karena sasaran tembak sudah di depan mata.

"Sekali lagi, bukan karena kehebatan saya dalam menuliskan sebuah lagu. Namun sejauh mana kejelian saya dituntut dalam menganalisa sebuah permasalahan nasional di mana seluruh bangsa ini sudah begitu jauh terpuruk pasca-pandemi, dengan kematian yang bertubi-tubi. Bahkan, saya sendiri pun jatuh bangun pasca Covid dan menjadi penyintas, lepas dari koma 2 hari," ujar Heydi Ibrahim.

"Semua dalam kondisi yang carut marut, namun bagaimana kita bangkit dari keterpurukan itu dan tetap semangat menyongsong hari esok yang pasti bersinar penuh harapan bagaikan mentari pagi yang akan kita songsong menjelang kesembuhan kita semua," sambungnya.


Karakter yang Kuat

Power Slaves
Perbesar
Vokalis Power Slaves, Heydi Ibrahim tampil memukau saat menggelar konser "Find Our Love Again Tour 2018" di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (9/8). (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Heydi Ibrahim dikenal memiliki karakter vokal yang kuat, mengaku tidak takut jika para penikmat musik Tanah Air masih membandingkannya dengan eksistensinya di Powerslaves selama berkarya di PRS.

“Tidak menjadi masalah orang mau berkata apa pun. Sebab sejatinya berkarya itu bisa dari siapa dan dengan siapa saja sebuah karya itu meluncur. Kalau karakter kuat biasa saja, Axl Rose pun bisa bersama Guns n Roses berikut bersama AC/DC,” ujar Heydi Ibrahim menegaskan.

Gitaris PRS, Gan Gan yang mengkomposeri lagu "Hari Esok", mengatakan bahwa dalam proses pembuatan lagu tersebut ia tidak melakukan riset secara khusus karena kapasitasnya dalam lagu tersebut hanya merangkai notasi dan arransemen secara keseluruhan. Ia berharap bisa menjadi benang merah dari masing-masing personel yang memiliki latar belakang grup band yang berbeda-beda.

“Secara konsep, lagu 'Hari Esok' masih seputar rock yang easy listening, sesuai dengan pasar pendengar musik Indonesia saat ini. Pada aransemen musiknya, kami memadukan warna rock 90-an dengan notasi-notasi yang lebih ringan. Tujuannya semoga bisa dinikmati para pendengar di era sekarang. Harapannya, para penikmat musik rock 90-an khususnya para follower masing-masing band dari personal PRS, bisa ikut mengapresiasi karya kami yang baru saja kami rilis,” kata Gan Gan.

 


Kecocokan Bermusik

Ovy, Gitaris PRS, menemukan kecocokan dengan Herman Husin dalam konsep bermusik. Namun di PRS, justru hal itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk lebih menggali potensi-potensi yang tidak mereka keluarkan di grup masing-masing, /rif dan Jamrud. Contohnya tentu saja ada pada lagu 'Hari Esok' yang membuat Ovy mengisi track keyboard.

Dalam pengisian track gitar untuk lagu "Hari Esok", Ovy mengaku tidak menggunakan trik khusus. Ia melakukannya seperti yang diberikan untuk U’Camp dan /rif. Dalam melahirkan melodi lead gitar pada setiap lagu yang dimainkan, Ovy meresapi terlebih dulu notasi lagu serta notasi vokal dan liriknya agar memudahkannya dalam pengisian track gitar sesuai dengan porsinya.

“Yang jelas lagu 'Hari Esok' adalah lagu penyemangat bagi setiap kalangan, dilihat dari segi musik dan liriknya. Apalagi yang membawakan lagu ini adalah orang-orang tua, senior yang masih punya semangat. Jadi untuk generasi yang lebih muda, harus bisa lebih bersemangat daripada kita,” kata Ovy sambil tertawa.

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya