Penyeludup Squid Game ke Korea Utara Dikabarkan Dapat Hukuman Mati

Oleh Ratnaning Asih pada 25 Nov 2021, 15:20 WIB
Diperbarui 25 Nov 2021, 19:23 WIB
Makna Tersembunyi di Balik Kostum dan Topeng Penjaga Squid Game
Perbesar
Pelajar SMA Korea Utara yang kedapatan menonton Squid Game juga mendapat hukuman berat. (Twitter/NetflixKR).

Liputan6.com, Pyongyang - Keingintahuan soal Squid Game berujung fatal. Media AS Radio Free Asia melaporkan bahwa seorang pria yang menyeludupkan drama Korea ke Korea Utara telah dihukum mati, diwartakan Variety, Kamis (25/11/2021).

Dalam laporan RFA yang berdasar kepada sumber anonim, drama Netflix ini diseludupkan dari China dengan menggunakan USB flash drive. Squid Game memang tak bisa diakses di China, tapi kabarnya drakor yang dibintangi Jung Ho Yeon ini dibajak secara luas. 

Drama Korea ini akhirnya dibeli oleh seorang siswa SMA di negaranya Kim Jong Un.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hukuman Mati

Squid Game. (Netflix)
Perbesar
Squid Game. (Netflix)

Nahas, transaksi ini akhirnya ketahuan. Sang pelajar dan penyeludup sama-sama dihukum berat, meski menghadapi vonis berbeda. 

Sang pelajar dihukum seumur hidup, sementara penyeludupnya meregang nyawa di hadapan regu tembak. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Guru Ikut Diasingkan

Squid Game. (Twitter/ NetflixID)
Perbesar
Squid Game. (Twitter/ NetflixID)

"Seorang pelajar yang membelinya menerima hukuman seumur hidup, sementara enam lainnya yang menonton acara ini dihukum lima tahun kerja paksa. Sementara para guru dan petugas sekolah dipecat dan diasingkan untuk bekerja di penambangan yang terletak di daerah terpencil," kata sumber RFA.

Laporan RFA menyebut bahwa publik mencemaskan nasib para anak sekolah ini, dan mengenai kemungkinan lebih banyak orang yang akan diinvestigasi. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bukan yang Pertama

FOTO: Sebulan Hilang, Kim Jong-un Muncul di Hadapan Publik
Perbesar
Kim Jong Un. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Pria ini bukan orang pertama yang kehilangan nyawa gara-gara menjual konten hiburan dari Korea Selatan. Pada April lalu, dilaporkan secara luas bahwa seorang prua dieksekusi secara terbuka gara-gara menjual CD dan flash drive berisi konten dari Korsel. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mencegah Budaya Korea Selatan dan AS

Pada 2020, Korea Utara diketahui meloloskan Undang-Undang "Eliminasi Ideologi dan Kebudayaan Reaksioner". Di dalamnya, diatur larangan memasukkan dan menyebarkan konten kebudayaan seperti film, teater, musik, dan buku di negara ini. Tujuannya adalah untuk mencegah tersebarnya media dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. 

Siapa pun yang mendistribusikan serta mengonsumsi konten ini, diancam dengan hukuman. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya