Lirik Lagu Pingal dari Denny Caknan Plus Terjemahan, 2 Minggu Trending Bikin Hati Ambyar

Oleh Wayan Diananto pada 28 Okt 2021, 18:20 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 18:20 WIB
Denny Caknan.
Perbesar
Denny Caknan populer lagi lewat lagu "Pingal." (Foto: Dok. Instagram @denny_caknan)

Liputan6.com, Jakarta Denny Caknan disebut sebagai titisan sekaligus penerus almarhum Didi Kempot yang hingga kini digelari The Godfather of Broken Heart. Lagu-lagu Denny belakangan bikin hati ambyar.

Yang terbaru adalah “Pingal,” yang dalam bahasa Jawa berarti hilang, merujuk pada kehilangan yang berdampak dahsyat pada hati seseorang. Video klipnya dirilis di YouTube sejak dua minggu lalu.

Hingga artikel ini disusun, “Pingal” tetap trending dan menempati peringkat ketiga kategori musik, mengumpulkan lebih dari 6,6 juta viewers. Berikut lirik lagu “Pingal” plus terjemahan. Selamat patah hati!

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Piye Sek Jelaske

Denny Caknan
Perbesar
Denny Caknan populer lagi lewat lagu "Pingal." (Foto: Dok. Instagram @denny_caknan)

Piye sek jelaske karo wongtuwo (Bagaimana menjelaskan pada ayah bunda)

Wes ngelakoni tekan semene (Telah kujalani hingga di sini)

Nek akhire bakal bubar pisahan (Namun akhirnya bubar, berpisah)

Kowe kegudo tresno karo wong liyo (Kamu tergoda cinta dengan yang lain)

 

Ngelali kowe sing tau ngomong dewe (Pura-pura melupa, padahal kau pernah bilang)

Ngelakoni tresno tekan tuwo (Ingin menjalani cinta hingga usia senja)

Ora ngeliyo mung aku ning atimu (Tak kan berpaling, hanya aku di hatimu)

Nanging saiki atimu ono wong liyo (Tapi kini di hatimu ada yang lain)

 

Ibarat esuk mendung, awan aku kudanan (Ibadat pagi mendung, siang aku kehujanan)

Sore mbok larani, bengi tak tangisi (Sore kau sakiti, malam kutangisi)

 

Mung iso bayangke kabeh kenangan (Hanya bisa membayangkan semua kenangan)

Kowe tak boncengke, turut dalan kekepan kudanan (Berboncengan di jalanan basah kuyup saling peluk)

Saiki nyatane kowe malah milih (Namun faktanya kau malah memilih)

Dikekep wong liyo (Dipeluk orang lain)

 

Opo kowe ra kroso abote atiku (Tak kaurasakankah beratnya hatiku?)

Kudu kelangan wong sing paling tak tresnani (Harus kehilangan yang paling kucinta?)

Ra jenak dolan, ra doyan mangan (Tak enak bermain, tak selera makan)

Nek ra mbok dulang (Kecuali kau yang menyuapi)

 

Ibarat esuk mendung, awan aku kudanan (Ibadat pagi mendung, siang aku kehujanan)

Sore mbok larani, bengi tak tangisi (Sore kau sakiti, malam kutangisi)

 

Mung iso bayangke kabeh kenangan (Hanya bisa membayangkan semua kenangan)

Kowe tak boncengke, turut dalan kekepan kudanan (Berboncengan di jalanan basah kuyup saling peluk)

Saiki nyatane kowe malah milih (Namun faktanya kau malah memilih)

Dikekep wong liyo (Dipeluk orang lain)

 

Opo kowe ra kroso abote atiku (Tak kaurasakankah beratnya hatiku?)

Kudu kelangan wong sing paling tak tresnani (Harus kehilangan yang paling kucinta?)

Ra jenak dolan, ra doyan mangan (Tak enak bermain, tak selera makan)

Nek ra mbok dulang (Kecuali kau yang menyuapi)

 

Ra jenak dolan, ra doyan mangan (Tak enak bermain, tak selera makan)

Nek ra mbok dulang (Kecuali kau yang menyuapi)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya