Pesan Moral dari Kata Hati, Film Romantis yang Diadaptasi dari Karya Bernard Batubara

Oleh Isyhari Maheswar pada 19 Okt 2021, 11:40 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 11:40 WIB
Kata Hati
Perbesar
Film romantis Kata Hati dapat disaksikan di platform streaming Vidio. (Dok. Vidio)

Liputan6.com, Jakarta Untuk Anda penikmat film romantis, apa yang Anda cari ketika menonton film dengan alur cerita yang penuh dengan cinta? Konflik cinta segitiga atau scene romantis candle light dinner? Pastinya Anda memiliki alasan tersendiri.

Berbicara seputar film romantis, apakah Anda sudah pernah menonton film berjudul Kata Hati yang diadaptasi dari novel karya Bernard Batubara? Kata Hati merupakan film Indonesia yang rilis pada 2013 di bawah naungan rumah produksi Rapi Films. 

Kata Hati merupakan hasil karya ke-3 karangan penulis Bernard Batubara. Ini merupakan novel kedua karya Bernard yang diangkat ke dalam versi film. Sebelumnya, karya pendahulunya berjudul Radio Galau FM juga berhasil rilis ke layar kaca pada 2012.

Meskipun banyak review film yang menyebutkan bahwa alur dan plot yang ditawarkan oleh Kata Hati terasa klise, masih ada beberapa pesan moral yang bisa didapatkan ketika Anda menontonnya. Apa saja? Berikut adalah pesan moral dari film Kata Hati.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jangan Larut dalam Duka

Film Romantis Kata Hati (Dok. Vidio)
Perbesar
Film romantis Kata Hati dibintangi oleh Boy Hamzah dan Joanna Alexandra. (Dok. Vidio)

Pada awal cerita, penonton akan digiring untuk mengetahui inti masalah yang timbul dalam film Kata Hati. Randi (Boy Hamzah) sedang dilanda kegalauan hati lantaran dirinya harus ditinggal oleh pujaan hatinya Dera (Kimberly Ryder).

Dari perjuangan Randi untuk bangkit mengobati luka hatinya, bisa dipetik pelajaran bahwa larut dalam kesedihan boleh saja, namun alangkah lebih baik ada batas wajarnya. Terlalu terlena dalam duka juga akan menghambat aktivitas sehari-hari.

Daripada larut dalam duka, lebih baik ubah kesedihan itu sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dalam hal ini Randi mungkin kehilangan cintanya, namun ternyata di ujung jalan ia menemukan sosok pengganti yang bisa menjadi rumah untuk persinggahan hatinya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ikuti Semua Prosesnya

Masih sama dengan poin sebelumnya. Kisah Randi yang ditinggal oleh kekasih hatinya untuk kepentingan lain membuat dirinya meratapi hidupnya. 

Lagi-lagi, dari kisah Randi penonton akan diajak untuk belajar mengikuti proses yang sedang terjadi. Apa yang ada di depan mata mungkin terasa seperti tidak ada harapan. Namun seperti dalam tayangan ini, akhirnya pujaan hati Randi datang kembali kepadanya.

Memang waktu yang dibutuhkan tidaklah sebentar. Namun, jika Randi mau sedikit saja bersabar, ia pasti akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Jadi, janganlah tergesa-gesa dalam menilai suatu hal yang sedang terjadi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Membantu Teman yang Membutuhkan

Selain pelajaran dari sisi percintaan, ada juga pesan moral yang bisa dipetik dari sisi persahabatan. Randi memiliki teman yang selalu setia menemaninya dalam suka maupun duka. Ia adalah Irfan (Andi Peppo).

Sosok Irfan dalam film ini menggambarkan teman yang setia dan siap membantu Randi kapan pun dan di mana pun. Terkadang Irfan memberikan dorongan kata-kata motivasi agar Randi bisa menatap masa depan.

Dari sifat Irfan bisa kita contoh perilaku baiknya. Jika mungkin Anda belum bisa membantu sahabat Anda memecahkan masalah, berada di samping mereka dan memberikan dukungan moral juga tidak kalah penting. Semua lebih baik daripada meninggalkannya sendirian.

Itulah sederet pesan moral yang bisa Anda dapatkan ketika menonton film Kata Hati. Masih banyak pelajaran yang bisa diambil dari film romantis ini. Penasaran? Langsung saja nonton film Kata Hati yang sudah hadir di aplikasi Vidio. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya