Britney Spears Dikontrol Ketat Konservatori, Muncul Klaim Kamar Disadap dan HP Dikloning

Oleh Ratnaning Asih pada 27 Sep 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 09:00 WIB
Britney Spears. (Instagram/ britneyspears)
Perbesar
Saat Britney Spears mengungkap keinginan untuk punya HP baru, staf yang bertanggung jawab atas keamanan sang artis kalang kabut. (Instagram/ britneyspears)

Liputan6.com, Los Angeles - Dokumenter anyar mengenai kehidupan Britney Spears kembali dirilis. Yang terbaru bertajuk Controlling Britney Spears dari The New York Times yang dirilis pada Jumat (24/9/2021) lalu.

Ada banyak klaim yang disajikan dalam dokumenter yang ditayangkan di Hulu dan FX ini. Salah satunya mengenai ketatnya monitor terhadap sang artis.

Dilansir dari E! News, orang yang menjadi narasumber dalam dokumenter ini adalah Alex Vlasov yang bekerja di Black Box Security. Ini adalah firma keamanan yang disebut-sebut sempat disewa pihak konservatori kekasih Sam Asghari ini.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Britney Ingin Punya HP Baru

Penyanyi pop, Britney Spears menghadiri premier film "Once Upon a Time in Hollywood" di TCL Chinese Theatre pada 22 Juli 2019. (VALERIE MACON / AFP)
Perbesar
Penyanyi pop, Britney Spears menghadiri premier film "Once Upon a Time in Hollywood" di TCL Chinese Theatre pada 22 Juli 2019. (VALERIE MACON / AFP)

Alex Vlasov mengatakan bahwa saat Britney Spears mengungkap keinginan untuk punya HP baru, staf yang bertanggung jawab atas keamanan sang artis kalang kabut. 

"[Bosku] Edam (Yemini) mendekatiku dan bertanya, 'Apa ada layanan monitoring di iPhone yang kamu tahu?' Aku menjawab, 'Maksudnya apa?' dan dia berkata 'Ya pengontrolan oleh orangtua. Bisa tidak memasangnya di iPhone?'" kata Alex dalam dokumenter ini, diwartakan Ace Showbiz. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dikloning

Britney Spears.  (Chris Pizzello/Invision/AP, File)
Perbesar
Britney Spears. (Chris Pizzello/Invision/AP, File)

Alex sempat mempertanyakan apakah langkah ini ilegal, tapi dijawab hal tersebut sudah sepengetahuan pengadilan. Akhirnya diputuskan untuk "mengkloning" ponsel Britney Spears dengan mendaftarkan sebuah iPad dengan iCloud yang sama dengan ponsel sang artis. Nantinya, aktivitas di ponsel tersebut dapat dipantau, mulai dari pesan teks, FaceTime, foto, hingga catatan peramban. 

"Alasan mereka melakukan pemantauan adalah untuk mencari pengaruh buruk, kemungkinan aktivitas ilegal yang bisa saja terjadi. Namun mereka juga memantau percakapannya bersama teman-temannya, ibunya, dengan pengacaranya Sam Ingham. Kalau ada orang yang tak boleh ikut dipantau, itu adalah pengacara Britney," kata dia. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kamar Tidur

Tak hanya itu, Alex menyatakan bahwa kamar tidur Britney Spears sempat disadap. Beberapa hari sebelum wanita 39 tahun ini bertemu dengan investigator dari pengadilan, Alex Vlasov dihampiri bosnya. Ia diserahi perekam suara dan USB, diberi tahu apa isi rekamannya, dan diminta untuk menghapus data di dalamnya. 

Saat memerintahkan penghapusan data ini, kata Alex, Edam Yemini terlihat sangat gugup.  

"Ini benar-benar membuatku waspada dan aku tak ingin menjadi kaki tangan dalam apa pun yang melibatkan mereka. Jadi aku menyimpan salinannya karena aku tak ingin menghapus barang bukti," Alex Vlasov membeberkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Direspons

Tri Star Sports & Entertainment grup yang merupakan manajemen Britney Spears, menyangkal tuduhan ini. Sementara pengacara ayah Britney Spears yang memegang kendali konservatori, mengutarakan langkah apa pun yang diambil merupakan sepengetahuan dan atas pertujuan sang artis, kuasa hukum dari pengadilan, dan juga pengadilan sendiri. 

Pengacara Edam Yamini merespons klaim ini dengan berkata, "Black Boc selalu menjalankan pekerjaan secara prodesional, etis, dan dalam batas legal. Mereka sangat bangga dengan pekerjaan mereka, menjaga Nona Spears aman selama bertahun-tahun."

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya