RS Pusat Otak Nasional Bantah Adanya Keterkaitan Penyakit Tukul Arwana dengan Vaksin Covid-19

Oleh Surya Hadiansyah pada 24 Sep 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 24 Sep 2021, 10:35 WIB
Tukul Arwana
Perbesar
Tukul Arwana

Liputan6.com, Jakarta Tukul Arwana beberapa waktu lalu membawa kabar mengejutkan. Pembawa acara Tukul Arwana One Man Show itu mendadak dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta.

Tukul Arwana dikabarkan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan otak. Sejak berita itu ramai dibicarakan, muncul beberapa spekulasi mengenai sakit yang diderita oleh Tukul Arwana itu.

Salah satunya adalah anggapan mengenai keterkaitan sakit pembawa acara Tukul Arwana One Man Show itu dengan vaksin Covid-19.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Membantah

[Bintang] Tukul Arwana saat wafatnya Susiana
Perbesar
Tukul Arwana berusaha tetap tegar saat sang istri sudah meninggal pada Selasa (23/8/2016). (Andy Masela/Bintang.com)

Terkait masalah ini, Dirut RSPON, dr. Mursyid Bustami, angkat bicara. Ia membantah adanya keterkaitan penyakit yang diderita Tukul Arwana dengan vaksin covid-19.

"Berkaitan dengan beberaoa berita yang beredar, ada hubungan kah antara stroke pendarahan dengan vaksin? Tidak ada. Apapun merk vaksinnya, belum ada yang mengatakan bahwa ada risiko terjadinya stroke pendarahan akibat vaksin. Ini perlu kami klarifikasi. Secara ilmiah pun tidak ada hubungannya. Barangkali itu klarifikasi dari kami," katanya saat menggelar konferensi pers secara virtual pada Jumat (24/9/2021).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Bisa Sampaikan

Transformasi Tukul Arwana (kapanlagi.com)
Perbesar
Transformasi Tukul Arwana (kapanlagi.com)

Adapun terkait kondisi Tukul Arwana saat ini, pihak rumah sakit memilih untuk tidak membeberkannya karena alasan kode etik. Pihak rumah sakit menyarankan untuk menanyakan langsung kepada pihak keluarga.

"Tidak bisa kami sampaikan, karena berkaitan dengan rahasia medik pasien kita, kami sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami tidak akan menyampaikan mengenai kondisi pasien," jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya