Dinar Candy Jalani Tes Urine Usai Diamankan Polisi, Ini Hasilnya

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 05 Agu 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 16:00 WIB
Dinar Candy (ist/ Munady Widjaja)
Perbesar
Dinar Candy (ist/ Munady Widjaja)

Liputan6.com, Jakarta - Dinar Candy diamankan oleh polisi usai melakukan aksi berbikini di pinggir jalan kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan Rabu (4/8/2021). Ini dia lakukan sebagai bentuk protes perpanjangan PPKM level 4.

Beberapa jam setelah bikin heboh gara-gara aksinya, disjoki ini diamankan polisi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan sekitar pukul 21.30 WIB. Setelahnya, dia dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan.

"Kita amankan, kita bawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk kita ambil keterangan terkait video yang viral di media sosial dan di salah satu akun Instagram milik DM alias DC," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dikutip dari YouTube Star Story, Kamis (5/8/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hasil Tes

[Fimela] Dinar Candy
Perbesar
Dinar Candy (Nurwahyunan/Fimela.com)

Sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, sebelum pemeriksaan, Dinar Candy menjalani sejumlah tes kesehatan, termasuk tes urine. Apa hasilnya?

"Kita lakukan pemeriksan swab antigen, yang bersangkutan juga tes urine. Tes urine terhadap yang bersangkutan hasilnya adalah negatif. Kita harus cek sesuai prosedur yang ada," papar Yusri Yunus.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gelar Perkara

Dinar Candy (ist/ Munady Widjaja)
Perbesar
Dinar Candy (ist/ Munady Widjaja)

Gara-gara aksi nekatnya, Dinar Candy berpotensi terjerat pasal pornografi juga ITE. Untuk menentukannya, polisi harus melakukan gelar perkara.

"Sore nanti kita lakukan gelar perkara untuk bisa menentukan apakah unsur dalam persangkaan pasal yaitu tentang pornografi dan UU ITE karena yang bersangkutan memang yang mengupload di IG-nya, IG saudari DM sendiri," ucap Yusri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dasar Menindak Tegas

Yusri menambahkan, apabila hasil gelar perkara memenuhi unsur-unsur persangkaan dalam UU ITE dan Pornografi, maka kasusnya akan dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Polisi bertindak tegas karena memiliki alasan kuat.

"Ini yang perlu dipahami bahwa negara kita ini adalah negara pancasila, norma agama, norma kesusilaan kita paling kental, ini yang menjadi dasar," tutup Yusri Yunus.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya