Lirik Lagu Mendung Tanpo Udan - Ndarboy Genk Plus Terjemahan, Masih Trending Setelah 3 Minggu

Oleh Wayan Diananto pada 26 Jul 2021, 16:20 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 16:20 WIB
Ndarboy Genk. (Foto: Instagram @ndarboy_genk)
Perbesar
Ndarboy Genk. (Foto: Instagram @ndarboy_genk)

Liputan6.com, Jakarta Ndarboy Genk merilis single baru berjudul “Mendung Tanpo Udan.” Dalam bahasa Indonesia, artinya mendung tanpa hujan. Video klip resminya dirilis di kanal YouTube pada 5 Juli 2021.

Sudah tiga minggu dirilis, “Mendung Tanpo Udan” jadi hit besar. Ia masih trending di YouTube. Senin (26/7/2021), nomor ini bertengger di peringkat ke-10 dan ditonton lebih dari 4,7 juta kali.

Tampaknya, lirik campuran bahasa Indonesia dan Jawa sukses mengobrak-abrik hati para pencinta musik. Berikut lirik lagu “Mendung Tanpo Udan” lengkap dengan terjemahannya. Selamat berdendang.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mendung Tanpo Udan...

Ndarboy Genk. (Foto: Instagram @ndarboy_genk)
Perbesar
Ndarboy Genk. (Foto: Instagram @ndarboy_genk)

Mendung tanpo udan (Mendung tanpa hujan)

Ketemu lan kelangan (Perjumpaan dan kehilangan)

Kabeh kui sing diarani perjalanan (Semua itu disebut perjalanan)

 

Awak dewe tau duwe bayangan (Kita pernah punya impian)

Besok yen wes wayah omah-omahan (Kelak jika telah berumah tangga)

Aku moco koran sarungan (Aku membaca koran)

Kowe belonjo dasteran (Engkau belanja pakai daster)

 

Nanging saiki wes dadi kenangan (Namun kini tinggal kenangan)

Aku karo koe wes pisahan (Kau dan aku telah berpisah)

Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan (Aku ke kiri, kau ke kanan, jalan kita berbeda)

 

Mlaku bebarengan (Jalan bersama)

Ben dino sayang-sayangan (Tiap hari saling sayang)

Sedih lan kebahagiaan (Kesedihan dan kebahagiaan)

Dilewati tahun-tahunan (Menahun kita lewati)

 

Padu meneng-menengan (Pertikaian dan saling diam)

Bar kui kangen-kangenan (Setelah itu memadu kerinduan)

Kadang bedo pilihan (Kadang beda pilihan)

Nganti pedot balikan (Hingga kandas, kembali bersama)

 

Mendung tanpo udan (mendung tanpa hujan)

Ketemu lan kelangan (Perjumpaan dan kehilangan)

Kabeh kui sing diarani perjalanan (Semua itu disebut perjalanan)

 

Awak dewe tau duwe bayangan (Kita pernah punya impian)

Besok yen wes wayah omah-omahan (Kelak jika telah berumah tangga)

Aku moco koran sarungan (Aku membaca koran)

Kowe belonjo dasteran (Engkau belanja pakai daster)

 

Nanging saiki wes dadi kenangan (Namun kini tinggal kenangan)

Aku karo koe wes pisahan (Kau dan aku telah berpisah)

Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan (Aku ke kiri, kau ke kanan, jalan kita berbeda)

 

Mendung tanpo udan (mendung tanpa hujan)

Ketemu lan kelangan (Perjumpaan dan kehilangan)

Kabeh kui sing diarani perjalanan (Semua itu disebut perjalanan)

 

Awak dewe tau duwe bayangan (Kita pernah punya impian)

Besok yen wes wayah omah-omahan (Kelak jika telah berumah tangga)

Aku moco koran sarungan (Aku membaca koran)

Kowe belonjo dasteran (Engkau belanja pakai daster)

 

Nanging saiki wes dadi kenangan (Namun kini tinggal kenangan)

Aku karo koe wes pisahan (Kau dan aku telah berpisah)

Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan (Aku ke kiri, kau ke kanan, jalan kita berbeda)

 

Awak dewe tau duwe bayangan (Kita pernah punya impian)

Besok yen wes wayah omah-omahan (Kelak jika telah berumah tangga)

Aku moco koran sarungan (Aku membaca koran)

Kowe belonjo dasteran (Engkau belanja pakai daster)

 

Nanging saiki wes dadi kenangan (Namun kini tinggal kenangan)

Aku karo koe wes pisahan (Kau dan aku telah berpisah)

Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan (Aku ke kiri, kau ke kanan, jalan kita berbeda)

Aku kiri kowe kanan, wes bedo dalan (Aku ke kiri, kau ke kanan, jalan kita berbeda)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya