Marshanda Ungkap Titik Terendah dalam Hidup, dari Orangtua Cerai Hingga Kehilangan Hak Asuh Anak

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 26 Jul 2021, 10:40 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 10:40 WIB
8 Gaya Pemotretan Marshanda untuk Kampanye "Self Love" Ini Banjir Pujian
Perbesar
Marshanda (Sumber: Instagram/marshanda99)

Liputan6.com, Jakarta - Marshanda berbagi cerita tentang kesulitan yang dia alami dalam hidupnya. Menurut aktris berusia 31 tahun ini, ada beberapa titik terendah yang telah dia alami sejak kecil hingga dewasa.

Mantan istri Ben Kasyafani ini sudah menghadapi masa sulit sejak usia dini. Itu dimulai dari perceraian kedua orangtuanya.

"Ketika nyokap bokap harus bercerai, gue harus berpisah dengan bokap," ujar bintang sinetron Orang Ketiga di YouTube-nya yang dikutip pada Minggu (25/7/2021).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bipolar

Marshanda. (Foto: Instagram @marshanda99)
Perbesar
Marshanda. (Foto: Instagram @marshanda99)

Saat beranjak remaja, kesehatan mental Marshanda pun mengalami gangguan hingga dia didiagnosis mengidap bipolar disorder.

"Gue mengalami Depresi, mendapat diagnosa kalau gue ada bipolar disorder, itu suffering, itu adalah lowest point in my life," tutur ibu satu anak ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kehilangan Hak Asuh Hingga Bullying

7 Potret Marshanda yang Tetap Percaya Diri Meski Berat Badan Naik
Perbesar
Setelah mengungkapkan jika dirinya bipolar, Marshanda kebanjiran pujian dari warganet lantaran dianggap berani jujur. (Foto: instagram.com/marshanda99)

Tak berhenti sampai situ, rumah tangga Marshanda dengan Ben Kasyafani pun kandas. Marshanda akhirnya harus kehilangan hak asuh anak.

"Terus momen ketika gue harus kehilangan hak asuh Sienna. Waktu gue kecil juga alami bullying di sekolah. Itu menciptakan banyak lowest point in my life. Jadi nggak cuma satu bagi gue, ada beberapa," paparnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Konsultasi

Namun dia sadar bahwa penderitaan yang dialaminya adalah hal yang normal dalam kehidupan. "Tapi banyak banget kita-kita yang merasa ketika mengalami suffering itu adalah hal butuk yang nggak semestinya terjadi," ungkapnya. 

"Padahal itu adalah paket yang sduah jadi satu. Ketika kita lahir ke dunia lo akan mengalami kebahagiaan, kesediha, akan dapat berkah dan musibah. Itu sudah jadi satu paket semuanya. Jadi it's not about focusing on suffering but focusing on overcoming the suffering," tutup Marshanda. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya