Mantan Suami Karen Pooroe Dituntut 2 Bulan Penjara Kasus Dugaan KDRT

Oleh Aditia Saputra pada 24 Jul 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 24 Jul 2021, 16:00 WIB
6 Potret Karen Idol, Penyanyi yang Sebut Suami dan Anaknya Tinggal di Apartemen Marshanda
Perbesar
Potret Karen Idol atau Karen Pooroe. (Sumber: Instagram/@karenpooroe)

Liputan6.com, Jakarta Karen Pooroe sempat melaporkan mantan suaminya, Arya Claproth ke polisi atas kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Saat ini kasusnya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. 

Digelar pada 13 Juli 2021, persidangan pria yang dikabarkan dekat dengan Marshanda itu sudah memasuki agenda penuntutan.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan ayah satu anak itu bersalah dan menuntut hukuman 2 bulan penjara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2 Bulan Penjara

6 Potret Karen Idol, Penyanyi yang Sebut Suami dan Anaknya Tinggal di Apartemen Marshanda
Perbesar
Potret Karen Idol atau Karen Pooroe. (Sumber: Instagram/@karenpooroe)

“Yang dituntut jaksa itu terkait dengan kekerasan fisik, yang diduga dilakukan Arya terhadap Karen. Di situ Arya dituntut dua bulan penjara," ucap Andreas Nahot selaku kuasa hukum Arya Claproth saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keberatan

6 Potret Karen Idol, Penyanyi yang Sebut Suami dan Anaknya Tinggal di Apartemen Marshanda
Perbesar
Potret Karen Idol atau Karen Pooroe. (Sumber: Instagram/@karenpooroe)

Merasa tak bersalah, Arya Claproth mengajukan nota pembelaan. Menurutnya, saat itu hanya melakukan tindakan pencegahan bunuh diri terhadap mantan istrinya. 

“Dalam kasus ini banyak fakta terungkap terkait dengan upaya Karen baik yang kematian (anak) maupun sebelumya terkait bunuh diri," katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dugaan KDRT

“Pembelaan kami pada intinya adalah supaya menjadi clear apa yang dikakukan Arya itu adalah tindakan KDRT, tapi upaya untuk mencegah terjadi bunuh diri yang dilakukan Karen. Yang paling penting dan jadi sorotan juga adalah tidak adanya visum untuk pasal yang dipergunakan jaksa," ujar Andreas Nahot. 

Seperti diberitakan, Karen Pooroe melaporkan Arya Claproth atas dugaan KDRT di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, 8 September 2019. Dalam kasus itu, Arya dikenakan pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI No 23 Tahun 2004 tentang KDRT, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya