Disomasi, Deddy Corbuzier Sedih Kepeduliannya Terhadap Difabel Tak Dianggap

Oleh Ruly Riantrisnanto pada 01 Jul 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 01 Jul 2021, 16:00 WIB
[Bintang] Deddy Corbuzier
Perbesar
"Deddy Corbuzier mulai kumpulkan bukti atas pernyataan kuasa hukum Mario Teguh. Namun untuk dilaporkan atau tidak, masih harus dipikirkan," ungkap Hotman Paris, selaku kuasa hukum Deddy Corbuzier. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Liputan6.com, Jakarta - Deddy Corbuzier baru-baru ini tersandung masalah lantaran salah satu konten vlog podcast terbaru yang diberi judul "ORANG GILA BEBAS COVID‼️" bersama komika Mongol Stres dianggap sejumlah pihak tak layak disampaikan kepada publik.

Terdapat puluhan organisasi termasuk Perkumpulan Jiwa Sehat (PJS) yang melayangkan somasi kepada Deddy Corbuzier lantaran penggunaan istilah orang gila saat membahas seputar ODJG (orang dengan gangguan jiwa).

Sempat meminta maaf, Deddy Corbuzier langsung melontarkan argumen sambil mengunggah kembali sejumlah video berisi momen dirinya bersama para penyandang disabilitas. Unggahan ini sekaligus mengingatkan kepada pihak-pihak yang melayangkan somasi bahwa Deddy memiliki kepedulian terhadap para difabel.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tetap Meminta Maaf

Deddy Corbuzier. (Foto: Instagram @mastercorbuzier)
Perbesar
Deddy Corbuzier. (Foto: Instagram @mastercorbuzier)

Meskipun begitu, Deddy Corbuzier tetap meminta maaf kepada semua pihak. Dalam keterangan unggahannya, ia juga menyebut bahwa dirinya disomasi oleh 80 asosiasi.

"Boleh tidak saya ber argumen.. Walau ttp saya minta maaf krn minta maaf itu baik.HARI INI.. YES HARI INI... 80 YA DELAPAN PULUH asosiasi dari komunitas difabel dll memberi saya somasi krn konteks jokes "orang gila" DGN TUNTUTAN HUKUM dsb...," tulis Deddy membuka keterangan unggahannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hanya Dua Dari Ratusan

Deddy Corbuzier
Perbesar
Semakin sukses dan terkenal, Deddy Corbuzier melebarkan sayapnya menjadi seorang Host di salah satu acara TV. (Liputan6.com/IG/mastercorbuzier)

Lebih lanjut, Deddy menyebutkan bahwa video yang diunggahnya itu hanyalah dua dari ratusan momen saat dirinya sedang bersama para difabel.

"Ga apa apa... TAKUT AKAN HUKUM NYA? NOT REALLY.. BUT... I'M MORE TO SAD.. saya mau tanya ke kalian semua... Video ini hanya dua dari... Ratusan... Ratusan.. Kedekatan saya dan kepedulian saya pada mereka..," lanjut Deddy.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Argumen Deddy

Setelah itu, barulah Deddy menyampaikan argumennya dengan mempertanyakan apresiasi terhadap darinya dari sejumlah asosiasi yang melayangkan somasi kepadanya.

"Saya bertanya... Kok TIDAK PERNAH ada satupun asosiasi yg memberi saya penghargaan.... Jangankan penghargaan.. Knp ga ada asosiasi komen ke saya langsung? sekali lagi saya bertanya... Saat ratusan tangan mereka saya jamah.. Saat saya berkunjung ke mereka satu persatu sejak dulu..," ujar Deddy.

"Atau bahkan saat tadi pagi saya upload video ttg hebatnya anak Autisme...Where are u guys??" lanjutnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ungkapan Cinta

Menutup keterangannya, Deddy meyakinkan kepada publik bahwa dirinya memiliki rasa cinta yang sangat besar terhadap orang-orang difabel.

"Have u ever ask them... who I touch by my own hand.. How much they love me and I love them? Have u? Or u just judge people from thing u believe is a mistake? For Ur own sake? Okay... Sorry and forget it.. Sekali lagi saya tetap minta maaf Kalau saya sudah buat konteks jokes yang di anggap bodoh.. Maaf," Deddy menambahkan.

"Saya tidak punya asosiasi.. Tidak punya foundation dll.. Saya hanya punya memori pada mereka dan mereka pada saya... And no matter what u guys do to blame me.. I love them.. Coz love is not words.. Not judge. Not letter... ITS an Act. 🙏Now u answer me!..," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keberatan Terhadap Podcast Deddy

Sebelumnya, pihak yang melayangkan somasi terhadap podcast yang ditayangkan pada Kamis, 24 Juni 2021 mengungkap poin yang dianggap bermasalah. Mereka merasa keberatan dengan sebutan 'Orang Gila'. Penyebutan itu dianggap tidak tepat.

"Karena menurut PJS sebutan lebih tepat itu orang dengan gangguan jiwa ataupun penyandang disabilitas mental. Mereka juga menegaskan bahwa ODJG (Orang dengan Gangguan Jiwa) tidak kebal dengan Covid," begitu penggalan somasinya.

Pihak PJS meminta agar podcast tersebut segera diturunkan dalam periode waktu yang telah ditentukan. Mereka juga meminta permohonan maaf dari pria berumur 44 tahun ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya