Anji Jalani Rehabilitasi di Rumah Sakit Tempat Rujukan Pasien Covid-19

Oleh Aditia Saputra pada 28 Jun 2021, 20:40 WIB
Diperbarui 28 Jun 2021, 20:40 WIB
Kasus Narkoba Anji
Perbesar
Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dihadirkan saat konferensi pers rilis pengungkapan kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap Anji terkait dugaan kasus narkoba. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Musisi Anji telah menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur sejak Jumat (25/6/2021). Namun saat ini ternyata RSKO Cibubur jadi tempat rujukan bagi para pasien Covid-19. 

Terkait hal tersebut, dr. Carlamia Halusikoey selaku dokter yang menangani musisi 42 tahun tersebut mengungkapkan bagaimana kondisi terkini Anji ketika harus menjalani rehabilitasi di RSKO. Ia menyampaikan sejak awal tiba, kondisi Anji baik-baik saja.

“Jadi pasien EAP ketika masuk ke sini dalam kondisi yang baik karena mampu menjawab pertanyaan. Komunikasi dengan yang bersangkutan juga baik," ungkap dr. Carlamia saat ditemui di RSKO Cibubur, Senin (28/6/2021).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Bisa Sembarangan

Anji
Perbesar
Anji (istimewa)

Selain itu juga, Carlamia memastikan pihak RSKO tak bisa sembarangan memulangkan atau mengizinkan pasien yang tersandung masalah hukum penyalahgunaan narkoba. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Assesment

6 Potret Anji Pakai Baju Tahanan, Terancam Maksimal Hukuman 12 Tahun Penjara
Perbesar
Anji ungkap permintaan maaf ke publik hingga terancam maksimal 12 tahun penjara. (Sumber: KapanLagi)

Dirinya menyebut pasien yang dirawat melalui proses assesment akan menentukan tingkat parah atau tidaknya proses rehabilitasi. 

“Tapi terkait pasien hukum nggak bisa seenaknya memulangkan. Karena dititipkan ke kita, jadi kami menunggu proses hukum," ucapnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tingkat Keparahan

“Untuk berapa lamanya semua pasien rehab di sini melalui proses assesment, dari assesment itu menghasilkan tingkat keparahan pengunaannya. Kalau ringan menjalani rehab rawat jalan, kalau berat kemungkinan besar harus jalani rawat inap," sambungnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya