Sutradara Trese Ungkap Tantangan Menghidupkan Para Dedemit di Kota Manila

Oleh Ratnaning Asih pada 11 Jun 2021, 20:20 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 20:20 WIB
Poster Trese. (Netflix)
Perbesar
Poster Trese. (Netflix)

Liputan6.com, Jakarta Trese, serial animasi terbaru Netflix yang diangkat dari novel adaptasi kondang Filipina bertajuk sama, akhirnya rilis pada hari ini, Jumat (11/6/2021). Jelang perilisannya, kreator dan sineas di balik animasi ini menggelar media junket daring dengan beberapa media di Indonesia.

Shanty Harmayn, produser eksekutif Trese dari BASE Entertainment, menceritakan awal mula proyek serial animasi ini. Awalnya, pihaknya melakukan kurasi dari berbagai komik maupun novel grafis, dengan fokus di wilayah Asia Tenggara.

"Dari komiknya [Trese] sendiri kita punya banyak rencana, tapi yang paling cocok atau paling matang adalah serial animasi," kata produser Perempuan Tanah Jahanam ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belum Kenal Trese

Media junket Trese. (Netflix)
Perbesar
Media junket Trese. (Netflix)

Sementara sutradara Trese, Jay Oliva, menceritakan bahwa saat diajak terlibat dalam proyek ini, ia sebetulnya belum membaca novel grafisnya, karena belum dirilis di Amerika Serikat.

"Saat membaca aku merasa wah ini keren banget," tuturnya. Ia baru berkenalan dengan Alexandra Trese, penjaga gerbang dunia gaib dan manusia, saat dalam penerbangan menuju Manila, Filipina.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menghadirkan Manila

Trese. (Netflix)
Perbesar
Trese. (Netflix)

Membawa Manila ke dalam layar juga ia akui adalah hal yang sangat menantang dalam proyek ini.

"Khususnya aku ingin Manila menjadi sebuah karakter. Kota ini tak bisa hadir tanpa ciri khas. Kotanya harus terasa hidup dan tumbuh dan terasa seperti Manila, walau aku enggak tinggal di sana," tuturnya.

Hal lain dari Filipina yang ia masukkan, selain makhluk mitologi dari negara ini yang diangkat di novel grafisnya, adalah seni bela diri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Surat Cinta

Trese. (Netflix)
Perbesar
Trese. (Netflix)

"Filipina terkenal dengan Eskrima-nya. Ada pertarungan dengan menggunakan tongkat, dan kami memasukkan sejumlah adegan laga yang memperlihatkan Trese menggunakannya. Di seni bela diri Filipina juga ada pertarungan dengan menggunakan pisau, jadi kami juga memasukannya," ujar pria yang menyutradarai film animasi Batman: The Dark Knight Returns, Part 1.

Jay Oliva ingin menghadirkan cerita yang autentik, apalagi ia juga memiliki darah Filipina di dirinya.

"Melakukan adaptasi atas komik ini, adalah sebuah surat cinta bagi cerita yang dikisahkan orangtuaku saat aku masih kanak-kanak. Kurasa karierku menuntunku untuk mengerjakan proyek ini," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Enam Episode

Trese mengangkat makhluk-makhluk mitos dalam cerita rakyat Filipina yang hidup bersembunyi di antara manusia. Sang protagonis, Alexandra Trese, akan berhadapan dengan dunia kriminal bawah tanah yang dikendalikan oleh makhluk gaib jahat.

Trese memiliki enam episode yang masing-masing berdurasi enam menit. 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya