Berbuka Puasa dengan Anak Yatim Piatu, Dongeng Cerita Anak Jadi Pilihan Ngabuburit

Oleh Hernowo Anggie pada 08 Mei 2021, 11:55 WIB
Diperbarui 08 Mei 2021, 21:48 WIB
KT&G SangSang berbuka puasa dengan anak yatim piatu di bulan Ramadhan (ist)
Perbesar
KT&G SangSang berbuka puasa dengan anak yatim piatu di bulan Ramadhan (ist)

Liputan6.com, Jakarta Asrama Pemberdayaan Yatim & Dhuafa di Panti Yatim Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021) cukup ramai menjelang sore hari. Kala itu, anak-anak yatim piatu yang berada di tempat tersebut mendapat kunjungan dari KT&G SangSang Univ. Indonesia.

KT&G Sangsang Univ. Indonesia melalui salah satu program bernama SangSang Volunteer Indonesia menggagas acara buka puasa bersama anak yatim piatu di bulan Ramadhan. Bukan cuma berbuka puasa, acara hiburan seperti dongeng dan mewarnai menjadi sajian penunggu waktu berbuka alias ngabuburit.

Acara dongeng dan mewarnai dilakukan oleh dua mahasiswi Sosiologi Universitas Negeri Surabaya, Salma Fathiya Zahrani dan Hanifah Az Zahra. Keduanya antusias kala mendongeng di depan anak-anak yatim piatu yang jumlahnya mencapai puluhan orang itu.

 

 

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Dongeng dan Mewarnai

KT&G SangSang berbuka puasa dengan anak yatim piatu di bulan Ramadhan (ist)
Perbesar
KT&G SangSang berbuka puasa dengan anak yatim piatu di bulan Ramadhan (ist)

Dongeng yang dituturkan oleh Salma Fathiya Zahrani dan Hanifah Az Zahra dimulai dari aksi anak-anak yatim piatu mewarnai. Masing-masing anak diberi kertas bergambar semut dan belalang.

"Sambil mewarnai, semut dan belalang ini menjadi media kami untuk bercerita dongeng yang sama dengan apa yang diwarnai mereka," Hanifah menjelaskan.

 

 

 

 

 

3 dari 5 halaman

Dapat Pelajaran

KT&G SangSang berbuka puasa dengan anak yatim piatu di bulan Ramadhan (ist)
Perbesar
KT&G SangSang berbuka puasa dengan anak yatim piatu di bulan Ramadhan (ist)

Mendongeng menjadi media bagi Salma Fathiya Zahrani dan Hanifah Az Zahra untuk memberi pelajaran kepada anak-anak yatim dengan pendekatan humanis. Mereka pun memberi reaksi beragam dari dongeng yang diceritakan itu.

 

 

 

4 dari 5 halaman

Donasi Alat Pendidikan

Dalam acara itu, KT&G SangSang Volunteer Indonesia memberikan donasi berupa 1 unit TV LED, medical kit, dan alat pendidikan senilai 5 juta rupiah. Salah satu diantara anak yatim tersebut mengatakan, selama pembelajaran daring, mereka secara bergantian menggunakan komputer yang tersedia untuk mengerjakan tugas sekolah. 

 

 

5 dari 5 halaman

Belajar Tambahan

Komunitas SangSang Volunteer Indonesia selanjutnya berencana untuk memberikan pembelajaran tambahan kepada anak-anak yang ada di Panti Yatim Indonesia, Kebayoran Baru, baik offline maupun online. 

Hal ini dikarenakan metode pembelajaran daring yang saat ini dilakukan anak-anak yatim selama pandemi Covid-19. Pelajaran tambahan dinilai bisa melengkapi materi yang tak dikuasai mereka selama belajar dengan metode daring.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓