Zaskia Adya Mecca Tabayyun dengan Orang yang Bangunkan Sahur Pakai Toa Masjid, Sebut Tak Ada Dendam

Oleh Zulfa Ayu Sundari pada 25 Apr 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 25 Apr 2021, 14:30 WIB
Zaskia Adya Mecca
Perbesar
Setelah delapan bulan diberlakukan belajar dari rumah, muncul kabar dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud tentang pembukaan kembali sekolah dan belajar secara tatap muka. Zaskia Adya Mecca saat mendengar kabar tersebut turut merespon. (Instagram/zaskiadyamecca)

Liputan6.com, Jakarta - Zaskia Adya Mecca beberapa hari terakhir jadi perbincangan di media sosial. Itu terjadi setelah ia memprotes warga yang membangunkan sahur menggunakan toa masjid di lingkungan rumahnya.

Untuk menghindari kesalahpahaman, bintang sinetron Para Pencari Tuhan ini menemuil pria yang membangunkan sahur dengan toa masjid tersebut. Pria itu bernama Rama.

Pertemuan ini direkam dalam bentuk video dan diunggah ke kanal YouTube The Bramantyo pada Sabtu (24/4/2021)

"Kenapa tiba-tiba termotivasi bangun sahur dengan cara seperti itu? Aku percaya niatmu baik pasti. Tapi kenapa caranya seperti itu?" tanya istri Hanung Bramantyo.

2 dari 4 halaman

Tujuan Rama

Zaskia Adya Mecca
Perbesar
[Foto: Instagram Zaskia Adya Mecca]

Rama lalu menjelaskan bahwa tujuannya membangunkan sahur dengan nada dan susunan kalimat yang variatif.

"Tahun lalu sebenarnya nggak seperti itu karena saya mencoba hal yang baru saja. Supaya masyarakat yang menjalankan ibadah puasa semangat, dan sahur pun masih tetap semangat," paparnya.

3 dari 4 halaman

Tabayyun

Zaskia Adya Mecca menjelaskan bahwa Islam mengajarkan ummatnya untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga. Itulah alasan mengapa ia mengajak Rama untuk bertabayyun.

"Aku enggak mau cuma gara-gara kita beda pendapat membuat kita jadi musuhan. Sebenarnya kita baik-baik saja. Aku enggak ada dendam, enggak ada marah sama Mas Rama. Di Islam kita harus tabayyun, ketika ada satu hal yang beda pendapat kita harus ngobrol seperti ini,” tutur ibu lima anak tersebut.

4 dari 4 halaman

Pelajaran

Ia berharap dari persoalan ini masyarakat dapat mengambil pelajaran.

"Semoga kisah dan kejadian viral ini bisa membuka pandangan dan pikiran orang lain. Karena di Indonesia bayak yang membangunkan menggunakan toa atau dengan cara lain yang cukup mengganggu bagi minoritas," ia mengakhiri.

Lanjutkan Membaca ↓