Wanita India Gugat Pangeran Harry ke Pengadilan, Merasa Dijanjikan Bakal Dinikahi

Oleh Ratnaning Asih pada 19 Apr 2021, 16:20 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 16:20 WIB
Pangeran Harry bungsu dari pasangan Putri Diana dan Pangeran Charles
Perbesar
Wanita India ini mengajukan gugatan terhadap Pangeran Harry tanpa bantuan pengacara. (AP Photo/Matt Dunham, Pool)

Liputan6.com, Mumbai - Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba sebuah gugatan terhadap Pangeran Harry dilayangkan di India. Pihak yang mengajukan adalah seorang wanita bernama Palwinder Kaur, yang merasa pernah dijanjikan bakal dinikahi suami Meghan Markle ini.

Diwartakan Business Insider India baru-baru ini, wanita tersebut mengajukan gugatannya ini tanpa bantuan pengacara.

Ia menyertakan email yang disebut sebagai korespondensi antara dirinya dengan sang bangsawan Inggris. Wanita ini bahkan mengklaim sempat melakukan kontak dengan Pangeran Charles.

2 dari 5 halaman

Ingin Pangeran Harry Dipenjara

Pangeran Harry
Perbesar
Pangeran Harry hadir di peringatan Anzac Day di Westminster Abbey, London, Inggris, 25 April 2019. (VICTORIA JONES / POOL / AFP)

Meski begitu, dinyatakan bahwa kontak ini hanya terjadi secara daring, termasuk lewat media sosial. Palwinder Kaur tak pernah bertemu dengan "calon suami" dan "calon mertuanya" ini.

Namun saking marahnya, dalam gugatannya ia menuntut Pangeran Harry dijebloskan ke penjara.

3 dari 5 halaman

Ditolak

Pangeran Harry dalam pemakaman Pangeran Philip. (Victoria Jones/Pool via AP)
Perbesar
Pangeran Harry dalam pemakaman Pangeran Philip. (Victoria Jones/Pool via AP)

Keinginan wanita ini tampaknya mesti dikubur dalam-dalam. Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana menolak gugatan ini.

Hakim Arvind Sing Sangwan juga menyatakan bahwa penulisan dalam dokumen yang diajukan, sangatlah buruk. Terdapat sejumlah kesalahan tata bahasa hingga fakta mendasar yang keliru.

4 dari 5 halaman

Percakapan Palsu

So Sweet, Pengeran Harry dan Meghan Markle Sepayung Berdua Kala Piknik di Australia
Perbesar
Pangeran Harry dan Meghan Markle berlindung di bawah payung saat piknik di Victoria Park, Dubbo, Australia, Rabu (17/10). Ian Vogler/Pool via AP)

Bahkan, email yang diajukan ternyata bukan yang asli. Sebagian korespondensi dalam email juga ada yang dihapus.

"Pengadilan ini tak menemukan dasar untuk menjawab petisi ini, dan hanya bisa menunjukkan simpati kepada sang pengaju, yang percaya bahwa percakapan palsu ini adalah nyata," begitu isi keputusan pengadilan.

5 dari 5 halaman

Kembali ke Inggris

Sementara itu, Pangeran Harry baru-baru ini menghadiri acara pemakaman sang kakek, Pangeran Philip. Ini kali pertama ia kembali menjejakkan kaki di kampung halaman, setelah menetap sekitar setahun di Amerika Serikat bersama sang istri. 

Lanjutkan Membaca ↓